Rabu, 16 Oktober 2019

Sejarah Perkembangan Teknologi informasi hadware dan software Serta Review Produk IT




Sejarah Komputer
Apa itu Komputer? Menurut saya komputer itu adalah suatu alat pengolah data dan angka yang di dalamnya terdapat sistem operasi. Yang perlu kita ketahui komputer terbagi menjadi 3 bagian yaitu Hardware, Software, dan Brainware. Hardware itu perangkat keras atau bisa diartikan juga perangkat yang bisa dilihat dan diraba atau yang lebih spesifik lagi hardware itu adalah bentuk fisik komputer itu sendiri, antara lain CPU, Monitor, Keyboard, Printer dan lain sebagainya. Berbeda dengan software, software adalah perangkat lunak atau bisa diartikan juga perangkat yang bisa dilihat tapi tidak bisa diraba atau sistem yang nantinya akan di-install dan bekerja di perangkat fisik komputer tersebut, misalnya Windows, Linux, Ms. Word, Photoshop, Corel dan lain sebagainya. Lalu yang terakhir Brainware yaitu sumber daya manusia pengguna komputer itu sendiri. Komputer juga tersusun dari 6 komponen yaitu :
1.      Unit masukan (input device)
2.      Processor
3.      Memori
4.      Unit keluaran (output device)
5.      Unit penyimpanan (storage device), dan
6.      Unit komunikasi (communication device)

Sejarah Perkembangan Komputer
Awalnya, sejarah perkembangan komputer berawal dari penemuan seseorang yang bernama Charles Babbage. Dia adalah seorang ilmuwan di dunia yang telah banyak memberikan kontribusi bagi kehidupan manusia, terutama perkembangan komputer.
Penemuan fenomenalnya yaitu Mesin penghitung (Difference Engine no.1) merupakan salah satu penemuan yang paling terkenal dalam sejarah perkembangan komputer dan merupakan kalkulator otomatis pertama sebagai cikal bakal kompuer. Penemuan tersebut menjadikan Charles Babbage sebagai penemu konpur dan dijuluki sebagai bapak komputer.
Berikut ini sejarah komputer dan perkembanganya:
1822: Charles Babbage mengemukakan idenya yaitu sebuah alat yang dapat membantu manusia dalam melakukan penghitungan pada tingkat kompleksitas yang tinggi dan rumit. Mesin buatanya yang belum selesai tersebut saat ini di musiumkan di Museum of Science London.
1937: Dr. John V Atanasoff dan Clifford Berry mulai membuat design komputer digital elektronis pertama. Mereka memberi nama mesin tersebut ABC (Atanasoff-Berry Computer). Kemampuan mesin ABC tersebut hanya sebatas menghitung tambah dan pengurangan.
1943: Pada Perang Dunia 2, Seorang ilmuwan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik yang dibuat khusus bagi tentara Inggris. Tujuan pembuatan komputer tersebut agar dapat digunakan untuk menembus kode pertahanan Jerman.
1944: Howard Hathaway Aiken (Amerika) membuat yang diberi nama Mark I. Merupakan sebuah komputer hitung digital pertama. Komputer tersebut memiliki luas 7,45 kaki x 50 kaki, dengan berat 35 ton. Mark I sudah dapat digunakan untuk menghitung probabilitas.
1945: Dr. John von Neumann menulis sebuah konsep penyimpanan data. Pada saat itu masih berupa ide.
1946: Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, jr. membuat komputer skala besar yang pertama, nama komputer tersebut adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer). Dunia juga beranggapan kedua orang ini sebagai penemu komputer digital.



ENIAC komputer memiliki berat 30 ton, terdiri dari 18.000 lampu tabung (transistor ukuran besar), dengan lebar 30 kaki x 50 kaki, memakai tenaga 160.000 watt. Saat pertamakali dioperasikan Pertama seluruh jaringan listrik di wilayah Philadelphia mendadak mati. ENIAC sedikit lebih maju dibandingkan Mark I yang hanya dapat menghitung. ENIAC tidak hanya memiliki kemampuan menghitung, tambah, kurang, kali, bagi, tapi juga dapat diprogram untuk melakukan proses sederhana.
1951: The U.S. Bureau of Cencus menginstalasi komputer komersial pertama yang bernama  UNIVAC I (Universal Automatic Computer). UNIVAC I ini dikembangkan oleh Mauchly dan Eckert untuk Remington-Rand Corporation.
1947: William Shockley, John Bardeen, dan Walter Brattain merupakan penemu Transistor pertama di dunia. Semenjak ditemukanya transistor, ukuran komputer menjadi semakin kecil.

Sejarah Perkembangan Hardware

Charles Babbage adalah seorang ahli matematika bangsa inggris. Beliau menciptakan suatu mesin hitung yang disebut difference engine padatahun 1822.Mesin tersebut dipakai untuk menghitung tabel-tabel matematika. Pada tahun 1833, Charles Babbage mengembangkan lagi difference engine yang dinamakan analytical engine yang dapat melaksanakan kalkula siapa saja. Sehinggamesininidikenalsebagai General Purpose Digital Computer.Beliaupun dianggap sebagai bapak komputer modern karena sumbangan terhadap dunia sangat besar. Pada tahun 1937, Prof Howard Aikem, seorang ahli matematika dari universitas Harvard. Beliau merancang pembuatan sebuah komputer yang mampu melakukan operasi aritmatika dan logika secaraotomatis.
Pada tahun 1944, Prof Howard Aikem bekerjasama dengan perusahaan IBM menyelesaikan computer secara elektronik yang diberinama”Harvard MARK I, Automatic Sequence Controlle Calculator (ASCC). Dalam perkembangannya computer dibagi dalam beberapa genarasi, sesuai dengan kemampuan (capability), biaya (efficiency), dan penggunaanyan mudah (user frendly).
GENERASI PERTAMA :pada tahun 1946-1956, generasi ini mengandalkan ruang tabung hampa(vacuum tube). Komputer ini membutuhkan ruangan yang luas, berkemampuan rendah dan terkenal dengan daya panasnya.Ukuran penyimpanannya hanya sekitar +/- 2000 byte dan untuk menjalankan program dan pencetakan masih dilakukan secara manual.

CONTOH KOMPUTER GENERASI PERTAMA


GENERASI KEDUA: padatahun 1957-1963. Transistor menggantikan kedudukan vacuum tube dalam menyimpan dan melakukan proses informasi. Transistor bentuknya lebih kecil, tidak begitu panas dan mengkomsusikan sedikit tenaga. Ukuran penyimpanan berkapasistas sebesar 32 kb dengan kecepatan 20.000-30.000 perintah per detik.

CONTOH KOMPUTER GENERASI KEDUA


 GENERASI KETIGA : pada tahun 1964-1975. Itergrated circuit (IC) sudah mulai digunakan pada komputer. Ukuran penyimpanan berkapasitas 2 megabyte dengan kecepatan +/- 5 juta perdetik.Generasi ini pula yang memperkenalkan tekhnologi software yang mudahdigunakan.
CONTOH KOMPUTER GENERASI KETIGA

 GENERASI KEEMPAT:  padatahun 1980-sekarang. Komputer telah menggunakan teknologi”Very Large-Scale Integrated Circuits (VLSIC).Dalam sebuah chip, teknologi ini mampu menampung jutaan circuit. Chip ini dinamakan dengan microprocessor. Ukuran penyimpanan mempunyai kapasitas yang besar dengan kecepatan jutaan perintah perdetik.
CONTOH KOMPUTER GENERASI KEEMPAT

Sejarah Perkembangan Software
Sejarah Perkembangan Software dibagi dalam beberapa era yaitu Era Pioneer, Stabil, Mikro, dan Modern. Berikut adalah Sejarah Perkembangan Software Komputer :
1. Era Pioneer. Pada Era Pioneer inibentuk software computer pada awalnya adalah sambungan-sambungan kabel keantar bagian dalam komputer, Cara dalam mengakses computer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan computer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program digunakan untuk sebuah mesin tertentu dan untuk tujuan tertentu. Di era ini software computer merupakan satu kesatuan dengan sebuah hardware komputer.
2. Era Stabil. Pada Era Stabilinibaris-barisperintah software komputer yang dijalankan oleh computer bukan lagi satu-satu, tapi sudah banyak proses yang di lakukan secara bersamaan (multi tasking). Software Komputer pada era ini jugamampu menyelesaikan banyakpengguna (multi user) dan secara cepat/langsung (real time). Di era ini jugalah mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program dan data .
3. Era Mikro. Pada Era Mikroini software computer dapat dibedakan menjadi beberapa bagianyaitu Software Sistem (Windows, Linux, Machintos, dll), Software Aplikasi (Ms.Office, OpenOffice, dll) danLanguange Software/BahasaPemograman (Assembler, Visual Basic, Delphi, dll)
4. Era Modern. Pada Era Modern ini software computer tidak hanya untuk sebuah computer tetapi sebuah handphone pun telah di lengkapi dengan sebuah software system seperti Android, Symbian, dll.Tingkat kecerdasan yang ditunjukkanoleh software komputer pun semakinmeningkat, selain permasalahan teknis, software computer sekarang juga mulai bisa mengenal suara dan gambar.

REVIEW PRODUK PERUSAHAAN IT SMARTPHONE YANG INOVASINYA MEMBERI PENGARUH YANG SIGNIFIKAN BAGI MASYARAKAT


Inovasi dalam Ojek Online : Konsistensi dalam Pemberian Inovasi
        
1.Penerapan Teknologi Komunikasi Tepat Guna dalam Bisnis Transportasi.
                Grab Bike dan PT Gojek Indonesia memberikan penawaran jasa transportasi dengan berbagai kemudahan dalam pemesanan. Inovasi yang ingin disampaikan dari adanya Ojek Online ini adalah penggabungan antara transportasi umum yaitu ojek dengan penggunaan teknologi komunikasi tepat guna yaitu Internet. Grab Bike dan PT Gojek Indonesia menawarkan suatu inovasi dimana masyarakat tidak hanya bisa menggunakan cara konvensional dalam memesan sarana transportasi Ojek pilihannya, tetapi juga bisa menggunakan cara yang modern untuk pemesanannya. Semuanya dengan menggunakan aplikasi yang terhubung dengan internet.
 Konsistensi Ojek Online dalam penerapan teknologi komunikasi tepat guna ini menjawab masalah sosial dan kekhawatiran masyarakat akan transportasi umum terutama di wilayah ibukota. Dengan bermunculan bisnis penyedia jasa transportasi Ojek Online seperti Grab Bike dan Gojek memberikan solusi bagi kemacetan yang terjadi di daerah Jabodetabek dan memberikan kenyamanan bagi konsumennya. Grab Bike dan Gojek menerapakan teknologi komunikasi tepat guna karena penggunaannya memang sesuai (tepat guna) dengan kebutuhan dan kondisi yang ada pada masa kini. Teknologi komunikasi tepat guna yang diterapkan dalam Grab Bike dan Gojek ini bisa dijadikan solusi bagi permasalahan dalam masyarakat. Karakteristik penerapan teknologi komunikasi tepat guna yang dilakukan oleh Gojek dan Grab Bike antara lain :


Apabila teknologi komunikasi itu dapat mempergunakan semaksimal dan seluas mungkin sumber-sumber yang tersedia di suatu tempat. Gojek dan dan Grab Bike menggunakan kemajuan teknologi yang ada saat ini untuk mendukung bisnis tranportasinya. Gojek dan Grab Bike bekerjasama dengan Google dalam pelayanan jasa transportasi yang dilengkapi dengan sistem data base dan GPS untuk mengetahui lokasi di seluruh wilayah yang terhubung dengan teknologi internet. Dengan begitu, akan memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan pemesanan, mengetahui rate biaya transportasi, lokasi tujuan dan identifikasi driver yang merupakan suatu bentuk inovasi baru dalam dunia bisnis transportasi.
            Apabila teknologi komunikasi tersebut sesuai dengan keadaaan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Gojek dan Grab Bike hadir sesuai dengan kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan alat tranportasi yang aman, punya prestise, murah dan menjadi solusi jika macet. Gojek menawarkan inovasi sarana transportasi yang memberikan keamanan bagi konsumennya, karena konsumen dapat mengidentifikasi sendiri siapa drivernya dan semua driver sudah terdata dalam sistem pusat perusahaannya sehingga jika ada keluhan dari konsumen akan langsung ditanggapi oleh perusahaan. Terlebih lagi, Gojek menawarkan standar baku keamanan dalam berkendara dimana driver dan penumpang harus menggunakan helm dan masker sebagai alat pelindung mereka berkendara. Semuanya sudah terdapat dalam SOP (standar operasional pelayanan) Gojek dan Grab bike.

Apabila teknologi komunikasi membantu memecahkan masalah dan persoalan yang sebenarnya ada di dalam masyarakat. Dengan adanya Gojek dan Grab Bike memberikan solusi bagi masalah kemacetan di ibukota dan menjawab kekhawatiran masyarakat akan keamanan di transportasi umum. Masalah transportasi dan kemacetan yang masih banyak dikeluhkan oleh semua pihak menjadi pekerjaan rumah sendiri bagi banyak pihak tak hanya pemerintah. Terlebih lagi memang Jakarta sempat dinobatkan sebagai kota termacet di dunia. Tapi ternyata kemacetan ini dijawab dengan solusi yang dihadirkan PT GoJek indonesia dan Grab Bike dengan memanfaatkan akses teknologi smartphone bisa menjadi bisnis menjanjikan dan memberikan kemudahan bagi penggguna atau konsumen. Selain itu, fenomena Ojek Online ini menjawab kekhawatiran masyarakat tentang jaminan keamanan  didalam transportasi  umum. Ojek Online ini menjawab kekhawatiran masyarakat dengan kelebihan aplikasi berbasis data, dimana masyarakat bisa mengetahui identitas  drivernya. Dengan kelebihan ini, masyarakat bisa   mengetahui siapa yang akan menjadi driver ojek pesanannya, lengkap   dengan data diri driver bersangkutan. Dalam aplikasinya, Ojek Online ini   sangat mengedepankan faktor keamanan si pengguna. Biasanya didalam   aplikasi sudah tersedia informasi lengkap tentang pengendara seperti nama, kontak, dan foto pengendara. Kemudian layanan Ojek ini hanya bisa didapatkan melalui pemesanan via aplikasi GoJek, sehingga pelanggan dapat memastikan keamanan dan akuntabilitasnya.
2.Media Sosial,  Media  Televisi  dan Interpersonal  Communication        Approach sebagai Media Penyampaian Inovasi Ojek Online

Dalam proses penyampaian inovasi Ojek Online yang menggabungkan transportasi  dengan perkembangan teknologi komunikasi tepat guna yang berbasis internet, pastinya Gojek dan Grab Bike menggunakan berbagai saluran atau media penyampai    inovasi  tersebut. Pertama adalah menggunakan media sosial, media televisi dan Interpersonal Communication Approach yang secara sengaja direncanakan  dan  direalisasikan  perusahaan agar inovasi ini dapat diketahui oleh masyarakat luas.

Media Sosial sebagai media  Penyampai  Inovasi Ojek Online. Media sosial yang digunakan untuk media penyebar informasi tentang Gojek atau GrabBike  memanfaatkan  banyak  platform  media  sosial  di  antaranya  Youtube, Facebook, Instagram dan berbagai komunitas virtual seperti Kaskus. Pada media sosial  Youtube  contohnya,  banyak  sekali  iklan  iklan  yang  ingin disampaikan  Gojek  tentang  kisah  hidup  dari  drivernya.  Di  dalam  iklan yang  dibuat  Gojek  tersebut  ingin  menampilkan  bahwa  Gojek  telah  ikut membantu  masalah  pemerintah  akan  pengangguran  dan  peningkatan sosial  ekonomi  masyarakat.  Selain  itu  juga,  banyak  infografik-infografik yang  ditampilkan  Gojek  dan  Grab  Bike  untuk  menginformasikan  tentang akses   dan   penggunaan   ke   aplikasi   Gojek   dan   Grab   Bike   dengan menggunakan smartphone/mobilephone.Bahkan  Gojek  dan  Grab  Bike  sebenarnya booming atau  menjadi  popular karena adanya gambar Meme yang sengaja dibuat untuk menarik simpati dan  atensi  masyarakat  akan  keberadaan transportasi  ini.  Meme tersebut banyak  menampilkan  citra  bahwa  dengan  adanya  Gojek  dan  Grab  Bike, Ojek   tidak   lagi   dianggap   sebagai   pekerjaan   rendahan. 
 Dalam   Meme tersebut,  ditampilkan  gambar  driver  Gojek  yang  memiliki  paras  yang menarik  dan  menggunakan  kendaraan  motor  yang  bagus  dan  bahkan dengan merek motor yang mahal.
 Media televisi disini bukan sebagai media penyampai iklan yang persuasif tetapi biasanya digunakan untuk menyampaikan berita tentang Gojek dan GrabBike yang popular dan diminati  masyarakat  karena  inovasinya  yang menggabungkan    layanan    pemesanan    ojek    dengan    aplikasi    yang dihubungkan dengan internet. Terlebih lagi, pendapatan yang didapatkan oleh  driver  Gojek  dan  Grab  Bike  yang  menggiurkan  karna  gaji  yang diberikan  cukup  tinggi  sehingga  menarik  karyawan  dan  mahasiswa  yang notabennya  bukan  seorang  tukang  ojek  mulai  beralih  menjadi  driver Gojek  dan  Grab  Bike.  Banyaknya atensi masyarakat  untuk  menjadi driver ojek  menjadi  perhatian  media  massa  untuk  meliput  berita  mengenai fenomena  Ojek  Online  ini.  Pada  akhirnya,  Ojek  Online  ini  mulai  dikenal masyarakat  secara  luas  dari  semua  kalangan  baik  menengah  ke  atas sampai menengah ke bawah.
            Interpersonal Communication Approach. Pendekatan komunikasi  secara interpersonal  disampaikan oleh  driver  kepada  konsumennya.  Komunikasi interpersonal  yang  disampaikan  dari  setiap  driver  Gojek  dan  GrabBike berupa komunikasi interpersonal bermedia dan juga secara langsung saat pelayanan  jasa  transportasi  itu  berlangsung.  Pelayanan  yang  ramah  dan mengedepankan  standar  pelayanan  yang  berkualitas  merupakan  salah satu inovasi dalam bisnis Ojek Online yang ingin disampaikan masyarakat. Dengan  komunikasi  secara  langsung  antara  driver  dengan  pelanggan, inovasi  dari  adanya  bisnis  Ojek  Online  yang  memiliki  standar  pelayanan yang  baik  mengubah  citra  dari  Ojek  sendiri  yang  awalnya  adalah  kerjaan rendahan menjadi pekerjaan yang bergengsi.
            Proses Putusan Inovasi Penerapan Teknologi Komunikasi Tepat Guna Bisnis Transportasi Gojek dan Grabike Sehubungan   dengan   proses   perubahan   sosial   menuju   adopsi   dan   difusi inovasi  mengenai  Ojek  Online  ini,  maka  Rogers  (193  :  165)  membuat skema tahapan dalam proses keputusan inovasi menjadi 3 (tiga) tahapan yaitu :
            Adopsi Inovasi yang dimulai dengan pengenalan terhadap sebuah inovasi, pada tahapan ini,   inovasi   yang   ingin   dikenalkan   dari   adanya   bisnis transportasi   Gojek   dan   Grab   Bike   adalah   penggabungan   antara   jasa transportasi   umum   yang   dipadukan   dengan   penggunaan   teknologi komunikasi  yaitu  internet.  Inovasi  ini  hadir  di  saat  masalah  kemacetan menjadi  kendala  mobilisasi  di  ibukota.  Inovasi  ini  menjadi  popular  dan akhirnya  banyak  ditiru  oleh  bisnis-bisnis  lainnya  di  luar  jasa  transportasi umum untuk berkolaborasi dengan teknologi komunikasi internet. Dalam  mengenalkan  inovasi  dalam  bisnis  transportasi  Ojek  Onlinenya, Grab  Bike  dan  Gojek  pada  awalnya  memberikan  promo  yang  luar  biasa besar, dimulai dengan memberikan kredit 50 ribu rupiah pada setiap akun untuk  penggunaan  pertama  transportasi  Gojek  kemanapun  di  daerah Jabodetabek   dengan   biaya      5   ribu.   Promo   biaya   transportasi   yang tergolong  sangat  besar  menarik  atensi  atau  perhatian  masyarakat  untuk menggunakan Gojek dan Grab Bike ini.
            Tahap persuasi yang tergantung pada sifat inovasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Apakah inovasi tersebut memberikan keuntungan bagi seseorang  atau  tidak  yang  sesuai  dengan harapan-harapannya   di   masa   yang   akan   datang.   Kemudian, yang terpenting  adalah  kebaruan  dari  inovasi  atau  gagasan  atau  ide  yang sebelumnya    tidak    ada,    kemudian    ada    untuk    menjawab    semua permasalahan   di   dalam   masyarakat.   Gojek   hadir   untuk   memberikan berbagai kemudahan dan kenyaman bagi masyarakat dalam menggunakan    jasa    transportasi.    Masyarakat    dapat    memesan    jasa tranportasi  ojek  kapan  saja  dan  dimana  saja  dengan  aplikasi  Gojek  atau Grab Bike yang tersedia di smartphone masing-masing orang. Persuasi  yang  disampaikan  Gojek  dan  Grab  Bike  pada  awalnya  adalah memberikan    promo-promo    yang    menarik    perhatian    masyarakat. Kemudian   pendekatan   persuasi   dengan   berbagai   media   iklan   dan pemberitaan di media massa dan media sosial menjadi pilihan bagi Gojek dan  Grab  Bike  dalam  mempersuasi  masyarakat  agar  menggunakan  jasa trasnportasinya.
            Tahap keputusan. Tahap   persuasi   sebelumnya   sangat   menentukan keputusan  seseorang  ntuk  mengadopsi  atau  menolak  inovasi  itu.  Setelah melalui  proses  difusi  inovasi,  akhirnya  masyarakat  berada  pada  tahap memutuskan apakah inovasi Ojek Online ini  diadopsi ataukah tidak. Pada tingkatan adopsi inovasi,  Bisnis Gojek dan Grab Bike ini memberikan dua bentuk  perubahan.  Pertama  pada  level  masyarakat  dan  Kedua,  pada bisnis-bisnis lainnya. Pada tataran di lingkungan masyarakat yang notabennya adalah potensial customer, dengan kehadiran Gojek dan Grab Bike di tengah kondisi sosial yang  mengharuskan  adanya  transportasi  yang  memberikan  kemudahan, keamanan   dan   bebas   dari   kemacetan,   membuat   masyarakat   yang awalnya   hanya   sekedar   potensial   customer   menjadi   real   customer. Keputusan  ini  yang  pada akhirnya  membuat  masyarakat  menggunakan jasa Ojek Online ini untuk kebutuhan mobilisasi mereka.Pada  tataran  bisnis  di bidang  jasa lainnya,  adanya  fenomena Ojek  Online ini memberikan ide dan inovasi baru agar dapat mengkolaborasikan bisnis mereka  dengan teknologi  internet.  Setelah  adanya  Gojek  dan  Grab  Bike, banyak  bisnis  di  bidang  jasa  lainnya  seperti  di  bidang  kuliner,  laundry, pengiriman  barang yang mengadopsi  inovasi  ini  untuk  diterapkan  dalam bisnis   mereka.   Bahkan   ada   juga   jasa   bersih-bersih,   service alat  alat elektronik,  jasa  pendidikan  dan  jasa  make  up  atau  hairstylist  yang  pada akhirnya  mengadopsi  ide  Ojek  Online  dengan  menggabungkan  bisnis mereka dengan sistem pemesanan secara online.
                Perubahan Mindset    masyarakat  akan Ojek Online  dan Perubahan Penggunaan Teknologi Komunikasi untuk Pemesanan Transportasi OjekAdanya    permasalah    transportasi   dan    kemacetan    yang    masih    banyak dikeluhkan  oleh  semua  pihak  menjadi  pekerjaan  rumah  sendiri  bagi  banyak pihak  tak  hanya  pemerintah.  Jakarta  memang  terkenal  dengan  pusat  kota kemacetan  dibandingkan  daerah-daerahnya.  Permasalahan  ini  akhirnya dijawab  dengan  kehadiran  bisnis  Gojek  dan  Grab  Bike  dengan  pemanfaatan akses  teknologi  smartphone  dengan  jasa  transportasi  umum  yang  dapat memberikan  kemudahan  bagi  penggunadan  konsumennya  dalam memesan dan menggunakan  jasa  transportasi  ini.  Keberadaan  Gojek  Online  ini  pada akhirnya    mampu    mengubah    kebiasaan    masyarakat.    Pada    awalnya, masyarakat  menggunakan   cara   yang   konvensional   untuk   menggunakan transportasi  umum,  saat  ini  masyarakat  mulai  mengubah  kebiasaan  mereka dan  beralih  ke  teknologi  komunikasi  untuk  memesan  transportasi  umum secara Online. Terlebih  lagi,  dengan  adanya  Ojek  Online  yang  dilengkapi  dengan  sistem keamanan  yang  terjamin  dan  juga  keseragaman  pada  pakaian  dan  helmnya membuat   citra   ojek   yang   dulunya   sebagai   kerjaan   rendahan,   sekarang semakin   meningkat  prestisenya.  Adanya   Ojek   Online   ini   bisa  mengubah mindset  masyarakat  tentang  tukang  ojek  yang  sering  dipandang  sebelah mata  sebagai  profesi  rendahan.    Perubahan mindset  tukang  ojek  sebagai pekerjaan rendahan terbukti dengan semakin banyaknya orang yang tertarik menjadi  tukang  ojek  sebagai  pekerjaan  sampingan.  atau  bahkan  menjadi pekerjaan utama menjadi salah satu keberhasilan dari adanya Ojek Online.Kemudian  kehadiran  Gojek  dan  Grab  Bike  ini  ternyata  mengubah paradigmamasyarakat  tentang  keamanan  transportasi  umum.  Kelebihan  Gojek  dan Grab    Bike    yang    dilengkapi    dengan    aplikasi    yang    terhubung    dengan penyimpanan   data   base   dan   GPS  bisa   memberikan   informasi   mengenai identitas  drivernya.  Dengan  adanya  kelebihan  tersebut,  masyarakat  dengan mudah  akan  mengetahui  siapa  yang  akan  menjadi  driver  dari  transportasi Ojek pesanannya, lengkap dengan data diri driver bersangkutan. Kelengkapan data dan identitas dari driver yang ada di dalam aplikasi Grab Bike dan Gojek adalah  bukti  bahwa  Ojek  Online  sangat  mengedepankan  faktor  keamanan bagi  konsumennya.    Di  dalam  aplikasi  tersebut  sudah  tersedia  informasi lengkap  tentang  pengendara  seperti  nama,  kontak,  dan  foto  pengendara. Layanan  Ojek  Online  ini  memang  hanya  bisa  didapatkan  melalui  pemesanan via  aplikasi  GoJek,  sehingga  pelanggan  dapat  memastikan  keamanan  dan akuntabilitasnya.




Minggu, 21 Juli 2019

ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS

Animasi

1.Pengertian Animasi Menurut Para Ahli
Beberapa ahli telah menjelaskan arti animasi, termasuk:
Agus Suheri
Menurut Agus Suheri gagasan animasi adalah kumpulan gambar yang telah diproses sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan gerakan.
Ibiz Fernandez
Menurut Ibiz Fernandes gagasan animasi adalah proses merekam dan memutar ulang serangkaian gambar statis untuk mendapatkan ilusi gerakan.

2.Penerapan Animasi

1. Kemampuan Menggambar (solid drawing)

Solid drawing adalah kemampuan individu dalam membuat gambar dengan baik dan benar, dan juga kemampuan dalam mengkomposisikan gambar sehingga terlihat lebih nyata.

2. Menekan dan Melentur (Squash and Stretch)

Squash and Stretch adalah membuat objek hidup ataupun objek mati terlihat seolah-olah nyata sehingga terlihat bergerak secara realistis dan lebih hidup.

3. Antisipasi (Anticipation)

Anticipation adalah membuat gerakan pada sebuah objek secara berurutan sehingga penonton dapat memahami dan menikmati animasi yang ditampilkan.

4. Tata Gerak (Staging)

Staging adalah penataan gerak dengan membuat ekspresi pada karakter atau objek dalam animasi sehingga penonton lebih mudah mengenalinya.

5. Straight Ahead and Pose to Pose

Ini adalah langkah seorang animator bekerja, yaitu dengan terencana dalam membuat gambar, membuat gerakan dan ukuran, yang dilakukan sejak awal membuat animasi.

6. Gerakan Mengikuti

Ketika scene berhenti bergerak, karakter tidak berhenti secara tiba-tiba. Ini membuat sebuah animasi terlihat lebih realistis.

7. Slow In and Slow Out

Ini adalah pengaturan staging dan timing dari satu scene ke scene lainnya dalam sebuah animasi.

8. Konstruksi Lengkung (Archs)

Membuat pergerakan tubuh karakter/ objek animasi terlihat lebih smooth. Misalnya gerakan mahluk hidup atau gerakan benda-benda dalam animasi terlihat lebih realistis.

9. Penentuan Waktu (Timing)

Ini adalah penentuan waktu yang tepat kapan suatu gerakan diberikan pada karakter/ objek dalam animasi yang dibuat.

10. Gerakan Pendukung (Secondary Action)

Ini adalah membuat berbagai gerakan pendukung untuk melengkapi karakter pada ekspresi ataupun aksi agar terlihat lebih nyata.

11. Melebihkan (Exaggeration)

Ini merupakan upaya membuat suatu karakter terlihat lebih meyakinkan dalam aksinya, misalnya membuat sebuah karakter menjadi lebih lucu.

12. Daya Tarik (Appeal)

Ini merupakan kualitas dari animasi dimana penonton dapat menikmati gambar yang memikat, desain yang bagus, punya daya tarik, dan kelebihan lainnya.
3.Kesimpulan
          Menurut saya Animasi adalah kumpulan suatu objek yang dapat bergerak seolah hidup yang di mana sebelum nya sudah kita atur.

DESAIN GRAFIS
1.Pengertian Desain Grafis Menurut Para Ahli:

 Menurut Suyanto
 “Aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri”.
 Jessica Helfand
“Kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat”.
Danton Sihombing
 “Mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar, baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi”.
Michael Kroeger
“Visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran”.


2.Penerapan Desain Grafis- Kontras
Pada iklan majalah di atas, antara objek orang yang lebih terang terlihat sangat kontras dengan latar belakang yang gelap atau hitam. Akibatnya, gambar orang tersebut terkesan paling menonjol di antara elemen desain lainnya. Selain itu, bibir merah merona yang berada di tengah tampak kontras dengan warna kulit. Hal itu merupakan suatu penegasan pesan iklan yang hendak disampaikan, yaitu produk pemerah bibir atau lipstik.

Salah satu cara untuk menerapkan kontras dalam desain yaitu dengan menampilkan elemen desain yang berlawanan arah dengan elemen desain lainnya. Contohnya pada desain poster di atas. Perhatikan, sda satu tanda panah yang berlawanan arah dengan tanda panah lainnya. Hal itu tentunya menimbulkan kontras yang ditambah lagi dengan warna yang kontras pula. Dengan kontras, maka arah pandangan mata akan tertuju pada tanda panah yang memiliki arah dan warna yang berbeda. (Prasetya DH)

3.Kesimpulan

          Menerut saya desain grafis adalah suatu bentuk gambar yang memberikan hasil karya seni yang di mana pembuat desain di sebut sebagai desainer yang menciptakan suatu alur berupa ilustrasi,foto,tulisan maupun grafis yang bertujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan.

SUMBER PUSTAKA




Minggu, 12 Mei 2019

Sinopsis Film Miracle in Cell No.7

Sutradara      : Lee Hwan-Kyung
Pemain            : Ryu Seung-ryong, Kal so-won, Park Shin-hye
Tanggal rilis   : 23 Januari 2013

Durasi             : 127 Menit



Film ini menceritakan tentang Seorang Ayah ( Yong Goo ) yang memiliki keterbelakangan mental, yang hidup bersama putri kesayangan ( Ye Seung ) yang berusia 6 tahun. Ayah nya menghidupi putri nya dengan menjadi tukang parkir di suatu pusat perbelanjaan.
Tibalah saat nya Ye seung memasuki sekolah pertamanya. Ye seung ingin membeli tas kuning bergambar sailor moon, Tetapi tas tersebut hanya tersisa satu dan sudah di beli oleh anak komisaris polisi, Kemudian ayah nya berjanji akan membelikan tas itu.
Suatu hari, Yong Goo tak sengaja bertemu dengan anak pembeli tas tersebut. Anak itu bermaksud untuk menunjukkan toko lain yang juga menjual tas yang sama. Saat sedang berjalan bersama menuju toko tersebut, Anak dari komisaris tersebut terjatuh kemudian meninggal dunia.
Atas insiden tersebut, Yang menyebabkan Yong Goo dituduh sebagai penculikan,pemerkosaan, dan pembunuhan. Kemudian ayah dan anak ini terpisah Ye seung dikirim ke panti asuhan dan ayah nya dikirim ke sel penjara no.7 dimana sel tersebut memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Teman-teman satu sel nya membantu Ye seung untuk bertemu ayah nya. Namun hal ini tidak berlangsung lama karena kepala sipir mengetahui nya. Akhirnya Ye seung di pulangkan ke panti asuhan. Karena kejujurannya dan beberapa insiden yang membutikan kalau Yong Goo adalah orang baik, Penghuni penjara sekaligus kepala sipir mulai berempati kepadanya.
Hari-hari  berlalu tibalah saat dimana Yong Goo harus mengikuti persidangan. Setelah berlatih bersama teman-teman satu sel nyauntuk menjawab pertanyaan yang akan di berikan ketika persidangan, Yong Goo dengan bersemangat mendatangi sidang tersebut. Namun komisaris polisi mengancam Yong Goo tepat sebelum persidangan dan Yong Goo terpaksa mengakui hal yang tak pernah ia lakukan. Akhirnya ia divonis hukuman mati oleh hakim.
Mendekati hari eksekusi, teman-teman satu sel nya memiliki ide untuk Yong Goo agar dapat melarikan diri dari penjara. Namun ternyata ide tersebuttidak berhasil. Tibalah hari eksekusi Yong Goo yang juga bertepatan hari ulang tahun putrinya. Dia memberikan tas yang selama ini diinginkan oleh Ye Seung.
Hari itu adalah hari terakhir pertemuan mereka, Semua sudah terlambat. Ye seung tumbuh menjadi wanita yang cantik dan berusaha menjadi pengacara agar bisa membersihkan nama ayah nya. Akhirnya sang hakim menyatakan bahwa ayah nya tidak bersalah.


Sumber: https://kumparan.com/bianca-ozora/miracle-in-cell-no-7-film-korea-tersedih-1519277355916

Rabu, 17 April 2019

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN BRM DAN SLM


PERBADAAN DAN PERSAMAAN BRM DAN SLM


Perbedaan fokus antara BRM dan proses lainnya diilustrasikan oleh perbedaan antaraBRM dan service level management (SLM). Kedua proses tersebut berkaitan dengan hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan dengan memastikan bahwa pelanggan senang dengan apa yang disampaikan. Fokus SLM adalah Pada perjanjian tempa dengan pelanggan pada tingkat layanan yang akan diberikan untuk layanan tertentu dan, dengan memastikan tingkat layanan ini terpenuhi, pada pencapaian tingkat kepuasan pelanggan yang dapat diterima. Ini berarti memastikan bahwa semua proses SM, mendasari kontrak dan perjanjian tingkat operasional mendukung pencapaian SLA.Berikut tugas dan persamaan BRM DAN SLM:

BRM adalah untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif, produktif antara pelanggan dan penyedia layanan, didirikan pada pemahaman dari pelanggan dan kebutuhan bisnis. Ini berarti lebih dari bereaksi terhadap kebutuhan pelanggan baru. Hal ini lebih mendalam daripada ini. Ini adalah tentang memahami pelanggan, strategi dan bisnis driver yang cukup untuk dapat antisipasi dan mempengaruhi kebutuhan pelanggan seperti keadaan berubah. Seperti ITIL menempatkan "manajemen hubungan bisnis adalah proses yang memungkinkan manajer hubungan bisnis untuk menyediakan link antara penyedia layanan dan pelanggan pada tingkat strategis dan taktis." Pelanggan dan penyedia akan memiliki kepentingan bersama dalam memastikan bahwa pelanggan memahami nilai penawaran layanan dan memiliki harapan yang realistis dari mereka. Untuk hubungan seperti itu untuk bekerja di sana harus ada komitmen, kepercayaan, keterbukaan dan kejujuran di kedua sisi, dan pada kali ini akan memerlukan penyedia layanan untuk terbuka dan jujur ​​tentang pelanggan, misalnya dalam kaitannya dengan kewajiban pelanggan telah gagal memenuhi.

BRM harus mencapai sejumlah tujuan jika hubungan itu untuk menyampaikan. Ini harus jelas didasarkan pada pemahaman yang memadai tentang pelanggan sehingga penyedia layanan dapat mengembangkan kemampuan dan sumber daya untuk merespon dalam jangka waktu yang dapat diterima untuk perubahan kebutuhan pelanggan dan prioritas pelanggan, dan, jika relevan, untuk membantu pelanggan mengembangkan persyaratan baru dalam balasan. Penyedia layanan akan dapat mengantisipasi, setidaknya, bagaimana kebutuhan pelanggan dapat berubah sesuai keadaan, mengidentifikasi bagaimana adanya layanan baru atau layanan yang diubah atau adanya teknologi baru yang mungkin bisa membantu pelanggan merespon secara efektif, untuk mengubah atau meningkatkan kinerja pelayanan penyedia layanan. Keselarasan antara pelanggan dan penyedia layanan, dan wawasan ini memberikan penyedia layanan, akan memungkinkan penyedia layanan untuk mengidentifikasi konflik nyata atau potensial antara bagian yang berbeda dari organisasi pelanggan sendiri dan membantu menyelesaikan atau menanggulanginya. BRM menempatkan tuntutan pada kedua penyedia layanan dan pelanggan. BRM harus terus menunjukkan nilai hubungan tidak hanya melalui memenuhi tujuan yang dibahas di atas, tetapi juga dengan memastikan bahwa penyedia layanan memenuhi kewajibannya untuk kinerja pelayanan dan kualitas, mencapai tingkat tinggi kepuasan pelanggan dalam proses, antara lain dengan memberikan respon yang efektif terhadap pujian dan keluhan.

Kegiatan utama dari BRM:

     Untuk memahami pelanggan dan tujuan bisnis dan bagaimana mewujudkan persyaratan layanan; 
      Untuk membantu pelanggan merumuskan persyaratan untuk layanan baru dan mengembangkan kasus bisnis pelanggan untuk investasi di dalamnya; 
     Untuk mengidentifikasi perubahan yang dapat mempengaruhi pelanggan menggunakan atau persyaratan untuk layanan; 
      Untuk mengidentifikasi perkembangan teknologi dan hal-hal terkait yang dapat memberikan kesempatan bagi layanan yang lebih baik atau biaya yang lebih rendah bagi pelanggan; 
Untuk memastikan bahwa pengiriman dan penyelenggaraan jasa, termasuk, misalnya, transisi ke dalam operasi penuh, terus mengenali dan memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan; 
Untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan dengan proses BRM dan kinerja penyedia layanan secara keseluruhan; 
Untuk berurusan dengan laporan layanan, keluhan, komentar dan umpan balik lain untuk menjamin penyediaan efektif dan perbaikan berkesinambungan dari layanan yang diberikan.
HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA

Pentingnya untuk BRM portofolio pelanggan dan portofolio perjanjian pelanggan dibahas sebelumnya dalam bab ini. Selain ini, BRM memanfaatkan berikut:

Portofolio layanan IT : ini digunakan oleh BRM untuk merekam informasi tentang kesempatan baru bagi pelanggan BRM, sebagai sumber informasi tion untuk membantu BRM mengevaluasi layanan baru atau diubah dan untuk melacak kemajuan dan status perkembangan layanan bagi pelanggan. 
Portofolio Proyek: ini memberikan informasi lebih detail tentang status proyek direncanakan atau sedang berlangsung sehubungan dengan layanan baru atau diubah untuk pelanggan. 
Portofolio Aplikasi: ini memberikan informasi tentang ada applications IT, fungsi yang mereka berikan, orang-orang yang mengembangkan mereka dan orang-orang yang mendukung dan mengelolanya. Layanan Manajemen Portofolio

BRM akan bekerja sama dengan manajemen portofolio layanan, menggunakan informasi yang diadakan di portofolio layanan untuk mengidentifikasi cara terbaik untuk memanfaatkan penawaran layanan yang ada atau memanfaatkan perkembangan di dalam pipa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Di mana portofolio layanan yang ada secara tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, maka akan diperlukan untuk mengembangkan penawaran layanan baru. BRM akan bekerja dengan pelanggan untuk mengartikulasikan kebutuhan strategis dan hasil yang diinginkan, menentukan pola aktivitas bisnis, mengidentifikasi stakeholder, mengembangkan kasus bisnis dan memastikan bahwa dana yang memadai tersedia. Ini akan bekerja dengan manajemen portofolio layanan internal untuk menentukan apakah penyedia layanan memiliki sumber daya dan kemampuan untuk menyampaikan.

Ketersediaan, Kapasitas, Manajemen Tingkat Pelayanan dan Kesinambungan Layanan IT

BRM perlu bekerja sama dengan tim desain layanan untuk memastikan bahwa layanan yang dirancang terus memberikan utilitas didefinisikan dan garansi, bekerja sama dengan tim proyek untuk memperjelas atau memperluas persyaratan dan menyelesaikan konflik. Selama tahap ini BRM akan bekerja dengan ketersediaan dan kapasitas manajemen untuk membantu mereka memahami apa yang pelanggan membutuhkan dan mengapa, terus bekerja dengan pelanggan untuk mengembangkan dan memperbaiki pola aktivitas bisnis dan untuk mengartikulasikan dan menyetujui persyaratan untuk pemulihan bencana / kelangsungan bisnis. Bekerja bersama manajemen tingkat layanan, BRM juga akan berperan dalam pengembangan perjanjian tingkat layanan dan mendapatkan komitmen dari pelanggan untuk proses SLM. BRM memiliki peran penting untuk bermain dalam memastikan persyaratan pelanggan untuk kelangsungan bisnis yang benar dipahami dan dimasukkan ke dalam IT Service Continuity Management.

Manajemen perubahan, perencanaan transisi dan dukungan, manajemen pengetahuan, dan melepaskan dan manajemen penyebaran

BRM akan memastikan bahwa permintaan perubahan disampaikan atas nama pelanggan dan bahwa kepentingan pelanggan sepenuhnya terwakili dalam proses manajemen perubahan. BRM juga akan terlibat dalam memastikan pelanggan di negara yang cukup kesiapan untuk menerima layanan baru, tidak hanya dalam hal menyetujui dan mengvalidasi rencana tes penerimaan pengguna dan kriteria dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan tes, tetapi juga di hal membuat perubahan yang diperlukan untuk proses dan prosedur melalui manajemen perubahan bisnis. Ini akan terlibat dengan pelanggan dalam mengembangkan rencana pelatihan dan pendidikan, dan termasuk pelanggan dalam pengembangan rencana pengelolaan pengetahuan. BRM juga akan bekerja dengan pelanggan dalam kaitannya untuk melepaskan dan manajemen penyebaran untuk memastikan bahwa pelanggan memahami rilis dan penyebaran rencana, dampaknya terhadap operasi-operasi dan risiko yang terkait. BRM akan perlu mengkonfirmasi bahwa ada cukup 'ditayangkan' dan dukungan awal kehidupan di tempat, pelatihan yang telah cukup dan cocok untuk tujuan dan bahwa pelanggan memiliki informasi lengkap tentang kesalahan dikenal dan memahami berdiri bagaimana ini dapat mempengaruhi pengoperasian layanan baru.

Peningkatan Pelayanan Terus-Menerus

Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan kegiatan utama untuk BRM seluruh siklus hidup. Pelanggan pengukuran kepuasan, manajemen tingkat layanan dan proses perbaikan tujuh langkah semua akan mengidentifikasi peluang untuk layanan baikan ment, seperti yang akan pertemuan antara pelanggan dan BRM untuk meninjau laporan layanan. Diskusi pada tingkat strategis yang lebih akan mengidentifikasi daerah-daerah di mana layanan perlu dimodifikasi, diganti atau dihentikan dalam menanggapi driver perubahan eksternal, seperti undang-undang baru dan peraturan, mengembangkan kompetisi atau berbagai kondisi ekonomi.


Manajemen keuangan untuk layanan TI

BRM membantu manajemen keuangan untuk layanan TI untuk memahami bagaimana pelanggan menilai nilai yang mereka dapatkan dari layanan TI dan apa yang mereka siap untuk membayar untuk mereka. BRM membantu pelanggan memahami kebijakan penyedia layanan TI keuangan, biaya, risiko dan isu-isu lainnya, dan menjelaskan bagaimana biaya penyedia layanan diterjemahkan ke dalam biaya pelanggan. Kritis, BRM dapat membantu pelanggan memahami implikasi keuangan dari keputusan perencanaan jangka panjang.

Metrik

Kinerja BRM diukur dalam kaitannya dengan kegiatan utama dan indikator kinerja utama mencerminkan ini:
-Dokumentasi tujuan bisnis pelanggan dan hasil bisnis yang diinginkan setuju dengan pelanggan dan cocok untuk masukan ke dalam portofolio layanan. 

-Selesai dan menandatangani-off persyaratan untuk layanan baru dan kasus bisnis pelanggan untuk penggunaannya. 

-Didokumentasikan bukti identifikasi perubahan yang mungkin berdampak pada layanan ered telah dijalankan dan respon penyedia layanan untuk mereka. 

-Peluang untuk mengeksploitasi perkembangan teknologi baru dan inovasi lainnya diidentifikasi, dinilai bekerja sama dengan pelanggan, didokumentasikan dan dicatat dalam portofolio layanan. 

-Dokumentasi bukti bahwa disampaikan layanan secara efektif dan efisien memenuhi kebutuhan pelanggan. 

-penilaian Regular kepuasan pelanggan menunjukkan tingkat tinggi duduk- isfaction, misalnya, melalui bisnis yang berulang dan rekomendasi positif kepada pelanggan potensial lainnya. 


-bukti terdokumentasi bahwa peningkatan pelayanan yang terus-menerus dicapai dalam menanggapi dan melalui analisis laporan layanan, keluhan, komentar dan umpan balik lainnya. 

PERAN
Peran dalam BRM, yang mungkin atau mungkin tidak ditugaskan untuk satu orang, adalah pemilik proses hubungan bisnis dan manajer proses hubungan bisnis. Yang pertama adalah bertanggung jawab untuk kinerja yang tepat dari proses BRM dalam kaitannya dengan tujuan dan kebijakan yang disepakati dan standar untuk kegiatan operasi nya. Kedua dari dua peran ini prihatin dengan manajemen operasional proses BRM. Apakah sesuai untuk dua peran ini harus digabungkan dalam satu orang tergantung pada skala organisasi dan struktur dalam kaitannya dengan proses SM lainnya. organisasi penyedia layanan yang lebih besar mungkin memiliki beberapa manajer hubungan bisnis, mungkin digambarkan sebagai manajer account, yang akan melaporkan kepada manajer proses BRM dan memiliki tanggung jawab untuk pelanggan utama tunggal atau untuk kelompok pelanggan.
Manajemen tingkat layanan (SLM) ada untuk memastikan bahwa layanan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi persyaratan pelanggan untuk fungsionalitas, ketersediaan, dan kinerja. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tingkat layanan dinegosiasikan dan disepakati dengan pelanggan dan semua layanan dikirim ke tingkat layanan yang disepakati yang ditentukan dalam hal indikator kinerja yang disepakati. SLM juga harus memastikan bahwa layanan terus ditingkatkan di mana perbaikan diperlukan oleh pelanggan dan dapat dibenarkan dalam hal biaya mereka.
SLM adalah pengurus hubungan antara penyedia layanan TI dan pelanggannya dan bertanggung jawab kepada pengguna atas layanan yang diberikan.
Aktivitas utama SLM adalah:
·         untuk mengembangkan dan menegosiasikan SLA dengan pelanggan;
·         untuk memastikan SLA didukung oleh perjanjian internal (OLA) dan eksternal (UCs) yang mendukung pencapaian tingkat layanan yang disepakati;
·         untuk bertindak sebagai jembatan antara penyedia layanan TI dan bisnis;
·         untuk mengelola dan memelihara hubungan yang positif dan konstruktif dengan pelanggan. Sebagai antarmuka utama antara TI dan bisnis, harus selalu diperbarui dengan semua perkembangan yang relevan.
SLM membantu TI menjadi lebih profesional, konsisten dan produktif dalam hubungannya dengan pelanggan, menciptakan dan menjaga jalur komunikasi yang efektif. Ini memastikan TI berfokus pada apa yang paling penting bagi pelanggan dan bisnis dan membantu TI untuk memberikan nilai yang lebih baik untuk uang.
Ini memastikan layanan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, memberikan dasar yang jelas untuk pengiriman layanan termasuk definisi peran dan tanggung jawab untuk kedua belah pihak, memberikan target yang terukur dan dapat dicapai untuk penyediaan layanan, membantu membangun pemahaman bersama yang lebih baik dan membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan layanan TI.
MAKSUD DAN TUJUAN
Manajemen tingkat layanan ada untuk memastikan bahwa layanan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi persyaratan pelanggan untuk fungsionalitas, ketersediaan dan kinerja. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tingkat layanan dinegosiasikan dan disepakati dengan pelanggan dan semua layanan dikirim ke tingkat layanan yang disepakati yang ditentukan dalam hal indikator kinerja yang disepakati. SLM juga harus memastikan bahwa layanan terus ditingkatkan di mana perbaikan diperlukan oleh pelanggan dan dapat dibenarkan dalam hal biaya mereka.
SLM sangat penting untuk peningkatan layanan berkelanjutan (CSI). Tujuan SLM adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan TI dengan proses berkelanjutan untuk menyetujui, memantau dan melaporkan pencapaian layanan TI dan memulai tindakan korektif di mana ada kasus bisnis untuk melakukannya dan bisnis setuju bahwa tindakan harus diambil. SLM mendukung proses peningkatan tujuh langkah karena SLM menentukan apa yang harus diukur, dipantau dan dilaporkan. Ia bekerja dengan bisnis dan pelanggan untuk menyetujui persyaratan baru dan mengidentifikasi peluang dan prioritas peningkatan layanan. Informasi dan kegiatan yang dikendarai ini merupakan bagian penting dari CSI.
Tujuan dari proses SLM adalah untuk memastikan bahwa semua layanan yang disampaikan dipantau dan diukur berdasarkan tingkat layanan yang disepakati dan bahwa hasilnya, yang dinyatakan sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dilaporkan secara teratur kepada bisnis dan pelanggan.
Tujuan dari SLM adalah:
·         untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif dan produktif dengan pelanggan;
untuk menetapkan dan setuju dengan pelanggan tingkat layanan TI yang diperlukan dengan cara yang dipahami pelanggan;
·         untuk mengelola kinerja layanan untuk memastikan tingkat yang disetujui tercapai dan bahwa pelanggan senang dengan apa yang mereka terima;
·         untuk memastikan sistem diterapkan secara berkesinambungan untuk meningkatkan tingkat layanan jika organisasi menginginkannya dan biayanya dapat dibenarkan dan terjangkau.
HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA
Manajemen tingkat layanan berinteraksi dengan dan ke tingkat tergantung pada semua proses manajemen layanan lainnya. Beberapa hubungan ini lebih penting daripada yang lain, tetapi SLM tidak dapat memberikan potensi maksimalnya kecuali semua proses SM sepenuhnya dilaksanakan dan efektif.
Meja layanan dan manajemen insiden
Ada hubungan kunci dengan meja layanan dan manajemen insiden, yang, dalam upaya untuk memulihkan layanan secepat mungkin setelah insiden, langsung mendukung pengiriman tingkat layanan yang telah dilakukan oleh SLM atas nama penyedia TI.
Manajemen masalah
Manajemen masalah memiliki peran yang jelas dalam menangani, baik secara reaktif maupun proaktif, dengan masalah yang mungkin menimbulkan insiden yang merusak pengiriman layanan.
Ubah manajemen
Manajemen perubahan yang efektif jelas penting untuk mempertahankan tingkat layanan karena perubahan yang dikelola dengan buruk dan tidak terencana dapat menyebabkan gangguan layanan dan kegagalan untuk mencapai SLA.
Manajemen rilis
Manajemen rilis suara meminimalkan gangguan layanan, memastikan rilis dikerahkan pada waktu yang sesuai dengan pelanggan dan meminimalkan insiden karena rilis yang dikelola dengan buruk atau kurang dipahami.
Koordinasi desain
SLM mendukung koordinasi desain dengan mengembangkan dan menyetujui persyaratan tingkat layanan dan target layanan yang perlu dimasukkan ke dalam desain layanan baru atau yang diubah.
Proses lainnya
Semua proses akan melaporkan kepada SLM mengenai masalah, peluang, dan kinerja, sehingga mendukung SLM dalam ulasannya dengan pelanggan.
Manajemen ketersediaan, manajemen kapasitas dan manajemen kontinuitas layanan terkait dengan memastikan bahwa layanan terus memberikan tingkat layanan yang termasuk dalam SLA yang relevan. SLM, sebagai kontak utama dengan pelanggan, akan memberikan informasi tentang tingkat layanan yang diperlukan dan perubahan yang akan terjadi pada bisnis. Sebagai imbalannya, proses ini akan melaporkan kepada SLM tentang kinerja dan membuat proposal untuk peningkatan layanan.
PERAN
Peran kunci dalam SLM adalah manajer tingkat layanan, yang memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan mengelola proses SLM. Manajer tingkat layanan akan memiliki tanggung jawab untuk kerangka kerja dan struktur SLA dan untuk hubungan keseluruhan antara penyedia layanan TI dan pelanggannya serta dengan bisnis. SLM akan memiliki tanggung jawab dan akuntabilitas keseluruhan untuk keberhasilan proses SLM.
Dalam organisasi yang lebih kecil, manajer tingkat layanan mungkin akan terlibat secara pribadi dalam mengembangkan, menegosiasikan, menyetujui dan melaporkan SLA individual, dalam negosiasi OLA dan berhubungan dengan manajemen pemasok dalam kaitannya dengan UCs untuk memastikan bahwa ini selaras dengan target tingkat layanan yang disepakati. Dalam organisasi yang lebih besar, beberapa peran ini akan didelegasikan kepada staf manajemen tingkat layanan.
Pemilik layanan adalah peran penting SLM dengan tanggung jawab untuk memastikan bahwa layanan atau kelompok layanan tertentu dikirimkan ke tingkat layanan yang disepakati dan memiliki tanggung jawab untuk peningkatan layanan berkelanjutan dan mengelola perubahan untuk layanannya. Pemilik layanan mewakili layanan dalam organisasi, memastikan informasi dalam katalog layanan benar dan bertindak sebagai titik pelolosan untuk insiden besar dan fokus untuk peningkatan layanan. Pemilik layanan memiliki peran dalam mendefinisikan target layanan, akan berpartisipasi dalam pertemuan peninjauan layanan dengan bisnis dan dengan TI dan mengambil bagian dalam negosiasi SLA dan OLA.
Persamaan BRM DAN SLM
Meskipun bukan bagian dari SLM, penting untuk menyebutkan manajemen hubungan bisnis (BRM) dalam konteks ini. Sama dengan SLM, BRM bertanggung jawab untuk menjaga hubungan yang efektif dengan manajer bisnis dan bisnis. BRM ditugaskan untuk memastikan penyedia layanan TI memenuhi seluruh kebutuhan bisnis dan akibatnya memiliki peran dalam manajemen portofolio layanan. Untuk SLM, memenuhi target tingkat layanan adalah ukuran seberapa baik penyedia layanan TI memenuhi kebutuhan bisnis.
Mengingat bahwa ada begitu banyak kesamaan antara SLM dan BRM, peran-peran ini sering dikombinasikan untuk membawa aliran utama dari manajemen hubungan bersama-sama.
Analis pelaporan adalah peran kunci CSI yang tidak sepenuhnya bagian dari SLM. Namun demikian, analis pelaporan, yang meninjau dan menganalisis data untuk menilai pencapaian layanan akhir-ke-ujung, mengidentifikasi tren positif atau negatif, akan sering bekerja erat dengan SLM.

SUMBER:https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_teknologi_bisnis
BookofITServiceManagement


PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

Teknologi Skateboard Lexus Hoverboard Melayang Kelompok: Wahyu Banu Aji 1B118057 Toni Prabowo      1B118058 Heni Safi...