NAMA : MUCHAMAD INDRA PURNAMA (36114856)
TONI PRABOWO (3A114812)
KELAS : 2DB02
TUGAS KELOMPOK
RIZKI MOBILKU
Anda adalah seorang konsultan manajemen untuk Rizki Hidayat, pemegang saham mayoritas dari kelompok 5 dealer mobil merangkap bengkel servis. Ia telah meminta Anda untuk menghabiskan beberapa hari di Rizki Mobilku, sebuah dealer yang tidak memberikan kinerja sesuai dengan potensinya. Anda tidak diperkenankan “mencari masalah”, sebagai gantinya, tugas Anda adalah menemukan cara-cara untuk membantu manajemen di dealer tersebut mengambil keuntugan dari setiap peluang.
Suatu hari ketika anda sedang berbicara degan pramono,manajer penjualan untuk Rizki mobilku,Anda menyadari bahwa dealer hanya mempergunakan sistem pemrosesan transaksi. Ia tidak menyadari potensi dari informasi yang telah di kumpulkan nya untuk pengambilan keputusan manajerial. Sebagai contoh, Rizki mobilku mengetahui tanggal pembelian dan pemilik dari setiap mobil yang di jualnya, tetapi ia tdk pernah menghubungi pemilik mobil tersebut sehubungan dengan pemeliharaan rutin. Rizki mobil ku tau bahwa orang yang membeli sebuah mobil baru biasanya akan menukar mobil tersebut dengan mobil baru lain 10 thn kemudian, tetapi dealer tidak menghubungi pelanggan pelangganya ini.
SOAL
1.Berdasar kan kasus Rizki Mobilku,jelaskan perbedaan antara data dan informasi. Data apa yang sebaiknya di proses menjadi inforrmasi di rizki mobilku?
Jawab: - Data adalah sekumpulan kata kata yang belum di olah menjadi sebuah informasi
Informasi adalah kumpulan data data yang sudah di olah
Data yang sebaiknya diproses untuk menjadi sebuah informasi adalah Data mengenai penjualan mobil & Data untung / rugi dari hasil penjualan mobil.
Informasi yang diberikan adalah manajer harus memberitahu kepada dealer agar menghubungi pemilik mobil sehubungan pemeliharaan rutin.
2. Apakah saran adnda terhadap kasus Rizki Mobilku untuk mencapai ke unggulan kompetetif? Jawab: Sebaiknya perusahaan harus melakukan pekerjaan sesuai presedur agar pelanggan puas
Selasa, 12 Januari 2016
Tugas 2 STUDI kasus
Nama: Toni prabowo
kelas :2DB02
NPM: 3A114812
STUDI KASUS PT XYZ
3.1. Penerapan Sistem Informasi di Perusahaan
PT XYZ, sebuah perseroan terbatas yang beralamat di Jakarta. Bidang usaha yang dijalankan oleh Perusahaan adalah sebagai perusahaan manufaktur komponen kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat serta melakukan perdagangan impor dan ekspor serta melakukan perdagangan besar.
Saat ini Perusahaan mengimplementasikan penerapan Sistem Informasi sebagai berikut:
SAP system ( Purchase, Sales, Inentory Management, Finance & Accounting )
EXP system,
Barcode system,
HRIS system,
BI (Business intelligence) system,
System untuk Factory Operations,
CRM (Customer Relationship Management) System.
Dan lain-lain
Secara umum penerapan Sistem Informasi utama yang diimplementasikan oleh Perusahaan sudah berjalan dengan baik. Indikasi keberhasilan tersebut adalah kecepatan dalam memberikan data dan informasi yang dibutuhkan secara tepat waktu. Hal lain juga dapat dilihat dari tingkat gangguan yang terjadi yang terkait dengan sistem informasi sangat jarang terjadi sampai mengganggu operasional pekerjaan, sebab pekerjaan operasional tidak seluruhnya menggunakan sistem informasi secara online antara lokasi Pabrik 1 dan Pabrik 2 serta dengan kantor pusat di Jakarta. Artinya jika misalnya terjadi gangguan jaringan, sistem masih dapat dijalankan melalui proses manual yang kemudian nanti diinput pada saat sistem sudah kembali beroperasi. Demikian juga proses yang dilakukan oleh Pabrik 1 terpisah dengan Pabrik 2 artinya jika terjadi permasalahan sistem informasi di satu pabrik tidak akan mengganggu sistem informasi di Pabrik lainnya.
Dalam pembahasan di makalah ini kami akan fokuskan pada pengamatan atas pelaksanaan sistem informasi pada penerapan aplikasi SAP. Sistem ini telah diterapkan di perusahaan sejak tahun 2009 menggantikan sistem yang lama. Pengguna dari sistem ini terutama mulai dari pembelian bahan baku untuk produksi dan pembelian lainnya, pengelolaan persediaan bahan baku, penghitungan barang setengah jadi, pengelolaan transfer antara produksi ke gudang persediaan barang jadi, penyimpanan dan pengelolaan barang jadi, alokasi dan pengiriman barang jadi antara gudang pabrik 1 dan pabrik 2, pengelolaan pengaturan penjualan barang jadi untuk ekspor dan penjualan dalam negeri, kemudian sistem juga digunakan untuk masing-masing bagian dalam pengeluaran belanja kebutuhan operasional kantor, sampai kepada muaranya adalah bagaimana penyusunan laporan keuangan perusahaan.
3.2. Analisis atas alasan keberhasilan Penerapan Sistem Informasi
Faktor-Faktor yang mendukung alasan keberhasilan Penerapan Sistem Informasi adalah sebagai berikut:
1. Dukungan dari manajemen.
Dukungan ini diberikan oleh Direktur Keuangan yang pada awal implementasinya sekaligus bertanggung jawab sebagai Pimpinan proyek penerapan SAP di Perusahaan.
2. Keterlibatan end user.
End User adalah meliputi para operator dan seksi yang terkait juga mendukung proyek ini, karena ini akan mempengaruhi kinerja masing-masing Seksi/Bagian, Departemen, maupun Divisi yang digambakan ke dalam target masing-masing Seksi, Departmen maupun Divisi dalam hal ini keterlibatan adalah seluruh Seksi/Bagian di Perusahaan. Sistem yang ada juga memungkinkan pengawasan yang dilakukan oleh atasan tiap-tiap bagian, seperti di uraikan di bawah nanti, untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan melalui sistem yang belum selesai setiap periode untuk segera diselesaikan oleh pengguna sistem baik operator maupun end user lainnya.
3. Kemudahan dalam pengoperasian.
Dengan didukung pelatihan-pelatihan yang diadakan pada awal penerapan sistem tersebut maka semakin mempermudah dan makin mahir para operator / pengguna sistem dalam pemakaian sistem operasional harian. Hal ini diperkuat lagi dengan tingkat penggantian tenaga yang mengoperasikan sistem tidak sering berganti-ganti dengan ditunjukannya tingkat turn-over pegawai yang sangat rendah. Demikian juga jika terjadi penggantian satu tenaga operator sistem yang terjadi karena perpindahan tempat kerja maka bagian tersebut yang bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan dan serah terima pekerjaan, sedangkan bagian IT hanya akan membantu dari sisi dukungan teknis.
4. Pengawasan secara regular.
Pekerjaan yang masih menggantung (belum selesai) di satu bagian akan dapat dilihat statusnya di oleh pejabat yang memiliki otoritas yang lebih tinggi atau bagian yang memantau pelaksanaan sistem. Atasan masing-masing bagian juga turut mengawasi pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai di bagiannya untuk segera di selesaikan. Oleh karena itu ini akan memaksa operator sistem di tiap-tiap bagian untuk senantiasa segera menyelesaikan aplikasi yang sudah dibuat. Pengawasan dimaksud juga termasuk pengawasan yang dilakukan oleh Internal Auditor maupun External Auditor. Khusus untuk Internal Auditor saat ini sebelum melakukan audit laporan keuangan tahunan mereka akan mereview penerapan sistem informasi yang ada di Perusahaan untuk memastikan bahwa apakah sistem internal control yang ada di Perusahaan sudah memadai atau belum. Hal ini akan mempengaruhi proses audit yang akan mereka laksanakan.
5. Dukungan dari sisi sistem maintenance.
Dukungan ini diberikan oleh bagian IT yang bertanggung jawab bahwa sistem akan berjalan secara berkesinambungan, karena untuk beberapa bagian tertentu terdapat pekerjaan yang dilakukan secara bergantian / shift mengikuti jam kerja produksi selama 24 Jam. Jika terdapat perbaikan atau pemeliharaan sistem maka informasi tersebut akan disampaikan kepada semua pengguna sistem bahwa pada satu waktu yang ditentukan, sistem tidak dapat digunakan karena sedang/akan dilakukan pemeliharaan / maintenance. Oleh karena itu umumnya pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan pada saat hari libur perusahaan secara keseluruhan misalnya libur Hari Raya Idul Fitri atau Libur Tahun baru setiap tahunnya.
6. Jumlah pengguna dan lokasi
Mungkin salah satu faktor yang mendukung penerapan sistem informasi di Perusahaan adalah karena jumlah pengguna sistem yang tidak terlalu banyak hanya dibawah 1,000 pengguna dan hanya melibatkan penggunanya di 3 tempat / lokasi saja. Dapat dibayangkan misalnya dengan pengguna yang sama akan tetapi melibatkan misalnya 100 tempat yang berbeda akan menghadapi tingkat kompleksitas dan resiko yang berbeda, dimana tentunya lokasi yang lebih banyak akan semakin kompleks dan memiliki resiko yang lebih besar terjadinya ganguan penggunaan sistem operasional.
3.3. Analisijs faktor-faktor yang mempengaruhi alasan Kegagalan Penerapan Sistem Informasi
Tidak secara full package diterapkan terutama hanya terkait dengan Accounting, Inventory, Purchasing, Sales. Oleh karena itu perusahaan masih memiliki peluang untuk mengembangkan kebutuhan atas kecepatan dan akurasi data dan informasi di luar area yang sudah dapat dimiliki oleh sistem yang ada misalnya sistem Human Resources, Fixed Asset Management dan lainnya yang terintegrasi dengan sistem yang sekarang sudah ada. Akan tetapi ini kembali kepada kebutuhan perusahaan atas kepuasan penyediaan data dan informasi terhadap area tersebut yang saat ini dijalankan, apalagi kebutuhan dana investasi tentunya tidaklah kecil yang dapat dialokasikan kepada kebutuhan yang lebih mendesak bagi Perusahaan.
Untuk perbaikan dilakukan oleh sistem engineer dari perusahaan induk sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar, demikian juga penyimpanan server ditempatkan tidak di kantor Perusahaan tetapi di luar negeri di tempat perusahaan induk berada.
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Suatu organisasi atau perusahaan akan melakukan penerapan sistem informasi dengan memilih sistem informasi apa yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasinya yang akan menunjang operasional perusahaan secara efisien dan efektif.
Secara umum penerapan Sistem Informasi utama, yang difokuskan pada pengamatan atas pelaksanaan sistem informasi dengan penerapan aplikasi SAP, telah diimplementasikan oleh Perusahaan sudah berjalan dengan baik. Indikasi keberhasilan tersebut terutama jika dilihat dari tingkat kecepatan dalam memberikan laporan / informasi yang dibutuhkan.
Faktor-faktor yang mendukung kesuksesan dalam penerapan sistem informasi di Perusahaan yang diamati meliput: (a) dukungan dari manajemen; (b) keterlibatan end user; (c) kemudahan dalam pengoperasian; (d) pengawasan secara regular, (e) dukungan dari sisi sistem maintenance, dan (f) jumlah pengguna dan lokasi
Faktor-faktor yang mendukung alasan kegagalan dalam penerapan sistem informasi di Perusahaan yang diamati meliput: (a) belum menerpakan sistem secara full package / integrated, (b) dukungan pengembangan sistem yang memakan waktu dan membutuhkan biaya yang besar.
4.2. Saran
Dengan melihat kepada keberhasilan dalam penerapan sistem informasi dalam Perusahaan terutama dalam penerapan SAP adalah tidak berlebihan kiranya kami memberikan saran untuk penambahan aplikasi sistem SAP untuk modul-modul lainnya selain yang dimiliki saat ini misalnya dalam hal pengelolaan data kepegawaian dan aplikasi yang termasuk di dalamnya, pengelolaan aktiva tetap perusahaan dan juga yang lebih besar lagi adalah mengintegrasikan dengan sistem yang ada di manufaktur. Akan tetapi kami menyadari bahwa ini membutuhkan kajian yang lebih mendalam lagi dengan mempertimbangkan berbagai faktor.
Sumber : http://abdul52e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2015/01/17/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-alasan-kesuksesan-dan-kegagalan-penerapan-sistem-informasi-studi-kasus-pt-xyz-jakarta
kelas :2DB02
NPM: 3A114812
STUDI KASUS PT XYZ
3.1. Penerapan Sistem Informasi di Perusahaan
PT XYZ, sebuah perseroan terbatas yang beralamat di Jakarta. Bidang usaha yang dijalankan oleh Perusahaan adalah sebagai perusahaan manufaktur komponen kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat serta melakukan perdagangan impor dan ekspor serta melakukan perdagangan besar.
Saat ini Perusahaan mengimplementasikan penerapan Sistem Informasi sebagai berikut:
SAP system ( Purchase, Sales, Inentory Management, Finance & Accounting )
EXP system,
Barcode system,
HRIS system,
BI (Business intelligence) system,
System untuk Factory Operations,
CRM (Customer Relationship Management) System.
Dan lain-lain
Secara umum penerapan Sistem Informasi utama yang diimplementasikan oleh Perusahaan sudah berjalan dengan baik. Indikasi keberhasilan tersebut adalah kecepatan dalam memberikan data dan informasi yang dibutuhkan secara tepat waktu. Hal lain juga dapat dilihat dari tingkat gangguan yang terjadi yang terkait dengan sistem informasi sangat jarang terjadi sampai mengganggu operasional pekerjaan, sebab pekerjaan operasional tidak seluruhnya menggunakan sistem informasi secara online antara lokasi Pabrik 1 dan Pabrik 2 serta dengan kantor pusat di Jakarta. Artinya jika misalnya terjadi gangguan jaringan, sistem masih dapat dijalankan melalui proses manual yang kemudian nanti diinput pada saat sistem sudah kembali beroperasi. Demikian juga proses yang dilakukan oleh Pabrik 1 terpisah dengan Pabrik 2 artinya jika terjadi permasalahan sistem informasi di satu pabrik tidak akan mengganggu sistem informasi di Pabrik lainnya.
Dalam pembahasan di makalah ini kami akan fokuskan pada pengamatan atas pelaksanaan sistem informasi pada penerapan aplikasi SAP. Sistem ini telah diterapkan di perusahaan sejak tahun 2009 menggantikan sistem yang lama. Pengguna dari sistem ini terutama mulai dari pembelian bahan baku untuk produksi dan pembelian lainnya, pengelolaan persediaan bahan baku, penghitungan barang setengah jadi, pengelolaan transfer antara produksi ke gudang persediaan barang jadi, penyimpanan dan pengelolaan barang jadi, alokasi dan pengiriman barang jadi antara gudang pabrik 1 dan pabrik 2, pengelolaan pengaturan penjualan barang jadi untuk ekspor dan penjualan dalam negeri, kemudian sistem juga digunakan untuk masing-masing bagian dalam pengeluaran belanja kebutuhan operasional kantor, sampai kepada muaranya adalah bagaimana penyusunan laporan keuangan perusahaan.
3.2. Analisis atas alasan keberhasilan Penerapan Sistem Informasi
Faktor-Faktor yang mendukung alasan keberhasilan Penerapan Sistem Informasi adalah sebagai berikut:
1. Dukungan dari manajemen.
Dukungan ini diberikan oleh Direktur Keuangan yang pada awal implementasinya sekaligus bertanggung jawab sebagai Pimpinan proyek penerapan SAP di Perusahaan.
2. Keterlibatan end user.
End User adalah meliputi para operator dan seksi yang terkait juga mendukung proyek ini, karena ini akan mempengaruhi kinerja masing-masing Seksi/Bagian, Departemen, maupun Divisi yang digambakan ke dalam target masing-masing Seksi, Departmen maupun Divisi dalam hal ini keterlibatan adalah seluruh Seksi/Bagian di Perusahaan. Sistem yang ada juga memungkinkan pengawasan yang dilakukan oleh atasan tiap-tiap bagian, seperti di uraikan di bawah nanti, untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan melalui sistem yang belum selesai setiap periode untuk segera diselesaikan oleh pengguna sistem baik operator maupun end user lainnya.
3. Kemudahan dalam pengoperasian.
Dengan didukung pelatihan-pelatihan yang diadakan pada awal penerapan sistem tersebut maka semakin mempermudah dan makin mahir para operator / pengguna sistem dalam pemakaian sistem operasional harian. Hal ini diperkuat lagi dengan tingkat penggantian tenaga yang mengoperasikan sistem tidak sering berganti-ganti dengan ditunjukannya tingkat turn-over pegawai yang sangat rendah. Demikian juga jika terjadi penggantian satu tenaga operator sistem yang terjadi karena perpindahan tempat kerja maka bagian tersebut yang bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan dan serah terima pekerjaan, sedangkan bagian IT hanya akan membantu dari sisi dukungan teknis.
4. Pengawasan secara regular.
Pekerjaan yang masih menggantung (belum selesai) di satu bagian akan dapat dilihat statusnya di oleh pejabat yang memiliki otoritas yang lebih tinggi atau bagian yang memantau pelaksanaan sistem. Atasan masing-masing bagian juga turut mengawasi pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai di bagiannya untuk segera di selesaikan. Oleh karena itu ini akan memaksa operator sistem di tiap-tiap bagian untuk senantiasa segera menyelesaikan aplikasi yang sudah dibuat. Pengawasan dimaksud juga termasuk pengawasan yang dilakukan oleh Internal Auditor maupun External Auditor. Khusus untuk Internal Auditor saat ini sebelum melakukan audit laporan keuangan tahunan mereka akan mereview penerapan sistem informasi yang ada di Perusahaan untuk memastikan bahwa apakah sistem internal control yang ada di Perusahaan sudah memadai atau belum. Hal ini akan mempengaruhi proses audit yang akan mereka laksanakan.
5. Dukungan dari sisi sistem maintenance.
Dukungan ini diberikan oleh bagian IT yang bertanggung jawab bahwa sistem akan berjalan secara berkesinambungan, karena untuk beberapa bagian tertentu terdapat pekerjaan yang dilakukan secara bergantian / shift mengikuti jam kerja produksi selama 24 Jam. Jika terdapat perbaikan atau pemeliharaan sistem maka informasi tersebut akan disampaikan kepada semua pengguna sistem bahwa pada satu waktu yang ditentukan, sistem tidak dapat digunakan karena sedang/akan dilakukan pemeliharaan / maintenance. Oleh karena itu umumnya pelaksanaan pekerjaan tersebut dilakukan pada saat hari libur perusahaan secara keseluruhan misalnya libur Hari Raya Idul Fitri atau Libur Tahun baru setiap tahunnya.
6. Jumlah pengguna dan lokasi
Mungkin salah satu faktor yang mendukung penerapan sistem informasi di Perusahaan adalah karena jumlah pengguna sistem yang tidak terlalu banyak hanya dibawah 1,000 pengguna dan hanya melibatkan penggunanya di 3 tempat / lokasi saja. Dapat dibayangkan misalnya dengan pengguna yang sama akan tetapi melibatkan misalnya 100 tempat yang berbeda akan menghadapi tingkat kompleksitas dan resiko yang berbeda, dimana tentunya lokasi yang lebih banyak akan semakin kompleks dan memiliki resiko yang lebih besar terjadinya ganguan penggunaan sistem operasional.
3.3. Analisijs faktor-faktor yang mempengaruhi alasan Kegagalan Penerapan Sistem Informasi
Tidak secara full package diterapkan terutama hanya terkait dengan Accounting, Inventory, Purchasing, Sales. Oleh karena itu perusahaan masih memiliki peluang untuk mengembangkan kebutuhan atas kecepatan dan akurasi data dan informasi di luar area yang sudah dapat dimiliki oleh sistem yang ada misalnya sistem Human Resources, Fixed Asset Management dan lainnya yang terintegrasi dengan sistem yang sekarang sudah ada. Akan tetapi ini kembali kepada kebutuhan perusahaan atas kepuasan penyediaan data dan informasi terhadap area tersebut yang saat ini dijalankan, apalagi kebutuhan dana investasi tentunya tidaklah kecil yang dapat dialokasikan kepada kebutuhan yang lebih mendesak bagi Perusahaan.
Untuk perbaikan dilakukan oleh sistem engineer dari perusahaan induk sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar, demikian juga penyimpanan server ditempatkan tidak di kantor Perusahaan tetapi di luar negeri di tempat perusahaan induk berada.
IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Suatu organisasi atau perusahaan akan melakukan penerapan sistem informasi dengan memilih sistem informasi apa yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasinya yang akan menunjang operasional perusahaan secara efisien dan efektif.
Secara umum penerapan Sistem Informasi utama, yang difokuskan pada pengamatan atas pelaksanaan sistem informasi dengan penerapan aplikasi SAP, telah diimplementasikan oleh Perusahaan sudah berjalan dengan baik. Indikasi keberhasilan tersebut terutama jika dilihat dari tingkat kecepatan dalam memberikan laporan / informasi yang dibutuhkan.
Faktor-faktor yang mendukung kesuksesan dalam penerapan sistem informasi di Perusahaan yang diamati meliput: (a) dukungan dari manajemen; (b) keterlibatan end user; (c) kemudahan dalam pengoperasian; (d) pengawasan secara regular, (e) dukungan dari sisi sistem maintenance, dan (f) jumlah pengguna dan lokasi
Faktor-faktor yang mendukung alasan kegagalan dalam penerapan sistem informasi di Perusahaan yang diamati meliput: (a) belum menerpakan sistem secara full package / integrated, (b) dukungan pengembangan sistem yang memakan waktu dan membutuhkan biaya yang besar.
4.2. Saran
Dengan melihat kepada keberhasilan dalam penerapan sistem informasi dalam Perusahaan terutama dalam penerapan SAP adalah tidak berlebihan kiranya kami memberikan saran untuk penambahan aplikasi sistem SAP untuk modul-modul lainnya selain yang dimiliki saat ini misalnya dalam hal pengelolaan data kepegawaian dan aplikasi yang termasuk di dalamnya, pengelolaan aktiva tetap perusahaan dan juga yang lebih besar lagi adalah mengintegrasikan dengan sistem yang ada di manufaktur. Akan tetapi kami menyadari bahwa ini membutuhkan kajian yang lebih mendalam lagi dengan mempertimbangkan berbagai faktor.
Sumber : http://abdul52e.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2015/01/17/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-alasan-kesuksesan-dan-kegagalan-penerapan-sistem-informasi-studi-kasus-pt-xyz-jakarta
Selasa, 08 Desember 2015
Tugas Sim 3
Panduan
Belanja Buku di Gramedia.com AMAN !
Langkah
pertama adalah membuka halaman toko buku
online dari gramedia yang beralamat
di http://gramedia.com. Lalu, klik
tulisan daftar di pojok kanan (lihat gambar agar lebih jelas). Sebelum membeli
buku kita harus terdaftar terlebih dahulu menjadi member dari website.
Langkah kedua adalah mengisi formulir yang tampil setelah kita mengklik
tulisan daftar. Isilah data – data dengan lengkap dan benar. Ada tiga jalur
untuk mendaftar menjadi member, pertama adalah dengan melalui email, kedua
dengan melalui facebook, dan ketiga melalui google plus. Apabila Anda ingin
mendaftar menggunakan email silahkan isi data – data dengan lengkap dan benar.
Jangan lupa untuk mencentang tulisan “Terima Syarat dan Ketentuan”. Setelah itu
klik tombol DAFTAR. Setelah mengklik daftar akan terlihat halaman dasbor dari
akun Anda.
Langkah ketiga pembelian buku di gramedia.com adalah membuka halaman awal
situs gramedia.com kembali. Lalu arahkanlah kursor Anda pada bagian “Books”,
pilihlah kategori buku yang hendak Anda beli. Apabila Anda tidak mengetahui
kategori dari buku tersebut, maka, gunakanlah kotak pencarian pada bagian atas
dari situs gramedia.com. Tuliskanlah judul atau tema dari buku yang hendak Anda
beli
Langkah keempat adalah Anda akan melihat tampilan berupa kumpulan buku –
buku sesuai dengan kategori atau buku yang sedang Anda cari beserta dengan
harga dari buku – bukunya. Silahkan pilih buku yang hendak Anda beli dengan
mengklik gambar buku tersebut.
Langkah kelima adalah Anda akan melihat deskripsi lengkap dari buku yang
hendak Anda beli tersebut. Apabila Anda benar – benar tertarik untuk membeli
buku tersebut, tekanlah tombol “Beli Sekarang”.
Langkah keenam adalah melakukan checkout untuk melengkapi data – data
pengiriman dan cara pembayaran. Tekanlah tombol “Lanjutkan ke checkout” untuk
melanjutkan langkah selanjutnya. Sebelum melakukan checkout Anda dapat menambah
pembelian buku yang lain dengan menekan lanjutkan, lalu, mulailah mencari buku
yang lain. Apabila Anda telah menemukannya, tekanlah tombol “Beli Sekarang”.
Secara otomatis nantinya keranjang.
Langkah ketujuh adalah melakukan pengisian data – data penting untuk proses
pengiriman dan pembayaran. Isilah dengan lengkap data – data yang diminta oleh
form website. Pada bagian informasi tagihan untuk alamat berikanlah alamat yang
lengkap. Serta, pada bagian catatan Anda bisa menambahkan ciri – ciri dari
rumah Anda. Tahap terakhir dari langkah ketujuh adalah tinjauan pesanan. Data –
data yang telah Anda isi dapat Anda lihat kembali sebelum menekan tombol pesan
pada bagian kanan. Apabila tidak ada lagi keraguan dan kesalahan tekanlah
tombol pesan.
Langkah kesepuluh adalah melakukan pembayaran kepada gramedia. Anda akan
mendapatkan nomor rekening gramedia sebagai tujuan transfer apabila Anda
memilih cara pembayaran bank transfer. Apabila Anda telah selesai melakukan
transfer, lakukanlah konfirmasi pembayaran pada halaman dasbor akun Anda.
Bhinneka.com merupakan situs e-commerce angkatan pelopor online store yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs eCommerce terbesar di Indonesia.
Disebut angkatan pelopor, yaitu situs yang tayang sebelum abad 21, sekitar tahun 1996-1999. Sebelum Bhinneka.com tentu sebagian masyarakat masih ingat Online Store pertama Indonesia yang sudah almarhum sejak lama yaitu toko buku sanur.co.id, setelahnya Bhinneka.com dan beberapa situs lain muncul di antara tahun tersebut (sebut saja Pioneer Travel indo.com, iklanbaris.co.id, Datakencana, Glodokshop, Kaskus).
Bhinneka.com (Indonesia #1 Webstore), dari tagline memang bervisi untuk menjadi pemain di "kandang sendiri", bagaimana bisa menjadi pilihan Online Shopping bagi masyarakat Indonesia. Seperti dituliskan oleh pendiri Bhinneka.com, Hendrik Tio pada profil di web-nya, bahwa pelayanan antusias dari hati yang membangun kepercayaan dan gempuran-gempuran persaingan yang dihadapi kemudian hari.
Bhinneka.com merupakan situs e-commerce angkatan pelopor online store yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs eCommerce terbesar di Indonesia.
Disebut angkatan pelopor, yaitu situs yang tayang sebelum abad 21, sekitar tahun 1996-1999. Sebelum Bhinneka.com tentu sebagian masyarakat masih ingat Online Store pertama Indonesia yang sudah almarhum sejak lama yaitu toko buku sanur.co.id, setelahnya Bhinneka.com dan beberapa situs lain muncul di antara tahun tersebut (sebut saja Pioneer Travel indo.com, iklanbaris.co.id, Datakencana, Glodokshop, Kaskus).
Bhinneka.com (Indonesia #1 Webstore), dari tagline memang bervisi untuk menjadi pemain di "kandang sendiri", bagaimana bisa menjadi pilihan Online Shopping bagi masyarakat Indonesia. Seperti dituliskan oleh pendiri Bhinneka.com, Hendrik Tio pada profil di web-nya, bahwa pelayanan antusias dari hati yang membangun kepercayaan dan gempuran-gempuran persaingan yang dihadapi kemudian hari.
TENTANG BUKU KITA ONLINE
|
Selamat datang di website BukuKita.com!
Kami hadir melayani para pecinta buku Indonesia sejak 12 Juni 2006. BukuKita.com berawal dari sekumpulan orang berjiwa muda dan kreatif dengan latar belakang IT yang menggeluti dunia pendidikan dan ecommerce di Indonesia. Kenapa toko buku online? Karena kami sadar, buku adalah sumber pengetahuan. Karena kami mengerti, tidak semua orang punya waktu untuk pergi ke toko buku. Lewat BukuKita.com, anda dapat melakukan pemesanan 24 jam sehari 7 hari seminggu. Kami menyediakan buku-buku baru dan menyediakan layanan antar ke seluruh Indonesia. (Silakan lihat cakupan pengiriman dan lama pengiriman di sini). Sampai pada saat ini, Kami - BukuKita.com telah bekerja sama dengan sebagian besar Penerbit dari seluruh Indonesia dan terus mengembangkan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk melengkapi produk yang dijual di BukuKita.com. Pada bulan Juni 2011, BukuKita.com telah beroperasi selama 5 tahun dan merupakan salah satu Toko Buku Online terlengkap dan paling ramai di Indonesia. Pelanggan BukuKita.com telah mencapai 90.380 orang dan terus bertambah. Kami telah melayani puluhan ribu pelanggan dan mengirimkan buku keseluruh wilayah Indonesia. Berkat dukungan Anda dan para pelanggan, BukuKita.com telah diakui dan bekerjasama dengan Google.com Asia Pacific dan berbagai perusahaan besar lainnya. Dengan Misi yang sederhana; memberikan pelayanan terbaik bagi para pembaca, kami memiliki Visi ke depan; tidak hanya menjadi toko online terlengkap, namun sekaligus menjadi komunitas pencinta buku yang terbesar di Indonesia.
BHINNEKA ONLINE
Bhinneka.com merupakan situs e-commerce angkatan pelopor online store
yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs eCommerce
terbesar di Indonesia.
Disebut angkatan pelopor, yaitu situs yang tayang sebelum abad 21, sekitar tahun 1996-1999. Sebelum Bhinneka.com tentu sebagian masyarakat masih ingat Online Store pertama Indonesia yang sudah almarhum sejak lama yaitu toko buku sanur.co.id, setelahnya Bhinneka.com dan beberapa situs lain muncul di antara tahun tersebut (sebut saja Pioneer Travel indo.com, iklanbaris.co.id, Datakencana, Glodokshop, Kaskus). Bhinneka.com (Indonesia #1 Webstore), dari tagline memang bervisi untuk menjadi pemain di "kandang sendiri", bagaimana bisa menjadi pilihan Online Shopping bagi masyarakat Indonesia. Seperti dituliskan oleh pendiri Bhinneka.com, Hendrik Tio pada profil di web-nya, bahwa pelayanan antusias dari hati yang membangun kepercayaan dan gempuran-gempuran persaingan yang dihadapi kemudian hari.
Dari semua ringkasan berita
tentang barang online mana saja yang menarik dan mana saja yang e-commrece :
Gramedia online bisa di bilang
menarik karna disana menyediakan beberapa produk buku dan majalah yang
mungkin barang yang kita butuh kan ada di tempat itu. Di sana juga bisa di
pesan melalui via transfer dan di kirim sesuai tgl yang berlaku.
Buku kita online bisnis buku yang
di miliki oleh perusahaan tersebut sangat e-commrece dan bisa juga menarik
karna di sana sama seperti pemesanan via online lain nya kita tinggal pesan
barang kebutuhan kita lalu kita bayar via transfer.
Bhinneka online pelopor online
store ini sangat naik pertumbuhan nya , situs ini semakin hari dan tahun
perkembangan nya semakin baik perusahaan ini juga bisa di bilang e-commrece
karna store online terbesar di indonesia.
|
Selasa, 05 Mei 2015
Tugas Softskill 4
Tugas
Softskill 4. Arti Pengembangan 0rganisasi
1.Arti
pengembangan Organisasi
Lebih dikenal dengan organization
development (OD) .Pengertian pokok OD adalah perubahan yang terencana (planned
change).Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan modernisasi, terus
menerus terjadi dan mempunya pengaruh yang sangat dominan dalam masyarakat
kini. Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern , mau tidak
mau harus beradaptasi terhadap arus perubahan ini. Perubahan perubahan yang
terjadi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat katagori , yaitu
perkembangan teknologi, perkembangan produk, ledakan ilmu pengetahuan dan jasa
yang mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk,serta perubahan sosial
yang mempengaruhi perilaku, gaya hidup, nila nila dan harapan tiap orang.Untuk dapat bertahan , organisasi harus mampu mengarahkan warganya agar dapat beradaptasi dengan baik dan bahkan agar mampu memanfaatkan dampak positif dari berbagai pembaruan tersebut dengan pengembangan diri dan pengembangan organisasi. Proses mengarahkan warga organisasi dalam mengembangkan diri menghadapi perubahan inilah yang dikenal luas sebagai proses organization development (OD).
1. PENGEMBANGAN ORGANISASI (ORGANIZATION DEVELOPMENT) Barita P. M. Siahaan 0616041024 Fajrin Mustofa 0616041034 Felix 0616041036 Kelompok Perilaku Organisasi :
2. Mengapa muncul pengembangan organisasi? kondisi dan keadaan yang dinamis perubahan muncul sesuai dengan perkembangan pengembangan organisasi
3. PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (Organization Development) merupakan: Suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
4. Definisi pengembangan organisasi: Warren G. Bennis : pengembangan organisasi adalah suatu jawaban terhadap perubahan, suatu strategi pendidikan yang kompleks yang diharapkan untuk merubah kepercayaan, sikap, dan nilai dan susunan organisasi sehingga organisasi dapat lebih baik dalam menyesuaikan dengan teknologi, pasar, dan tantangan yang baru serta perputaran yang cept dari perubahan itu sendiri.
5. Richard Beckhard : Pengembangan organisasi adalah usaha berencana meliputi organisasi keseluruhan yang diurusi dari atas untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui pendekatan berencana dalam proses organisasi dengan memakai pengetahuan ilmu perilaku.
A.Sejarah
Pengembangan Organisasi
Program yang
dikembangkan dan dilaksanakan Esso Standard Oil selama 1957-1958 jelas bukan
satu-satunya program perubahan keorganisasian yang sedang berjalan dalam tahun
1950-an. Namun program Esso itu sangat penting dalam sejarah Pengembangan
Organisasi khususnya untuk rumusannya, baik dalam konsep maupun bentuk,
mengenai unsur-unsur pokok Pengembangan Organisasi. Syarat-syarat program
Pengembangan Organisasi Esso untuk memulai dan melaksanakan suatu program
pengembangan organisasi menyatakan dasar konsepsionalnya. Syarat-syarat ini
ialah, pertama suatu kerangka di mana kebutuhan dapat didiagnosis melalui
individu dan organisasi dengan mengajukan pertanyaan “Di mana kita nyatanya
berada?” dan “Di mana kita seharusnya berada?” dan kedua,suatu teori perubahan
untuk mengembangkan beberapa procedure gerak dari yang pertama ke yang kedua,
dengan menjawab pertanyaan “Bagaimana kita dari tempat nyatanya berada dapat
sampai ke tempat di mana seharusnya kita berada?”
Dalam praktek, program di Esso dibina di atas dasar ini
dengan tekanan seimbang kepada individu dan kepada organisasi. Keduanya
dianggap sama penting dansaling berhubungan baik dala, kegiatan diagnostic
maupun kegiatan perubahan. Misalnya, beberapa kebutuhan perkembangan pribadi
diidentifikasikan dan dianggap gejala untuk kondisi keorganisasian tertentu,
dan sebaliknya. Kondisi seperti itu sering diperbaiki melaui program pelatihan
yang direncanakan membantu atau mengubah perilaku individual, bersamaan dengan
perubahan keorganisasian untuk memudahkan dan mendukung perilaku baru. Program
Esso menegaskan Pengembangan Organisasi sebagai suatu bidang baru yang penting
teoritis dan praktis bagi para ahli ilmu keperilakuan dan para manajer operasi.
Tujuan Organisasi
Secara
umum tujuan organisasi merupakan keadaan atau tujuan yang ingin dicapai oleh
organisasi di waktu yang akan datang melalui kegiatan organisasi.Untuk mencapai
tujuan dalam organisasi, pelaku (orang) dalam organisasi diharapkan untuk
mendesain ataupun me-manage organisasinya dengan matang agar organisasi dapat
berjalan dengan baik. Oleh karena itu, demi berjalan baiknya sebuah organisasi
perlu diperhatikan beberapa prinsip organisasi (Jati:2000), seperti berikut:
- Perumusan tujuan yang jelas, sebab tujuan organisasi berfungsi untuk: pedoman ke arah mana organisasi akan di bawa, landasan bagi organisasi tersebut, menentukan macam aktifitas yang akan dilakukan, menentukan program, prosedur dan beberapa hal terkait dengan koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi dan mekanisme.
- Pembagian tugas dan pekerjaan (Job Discription).
- Delegasi kekuasaan yang berarti pemimpin organisasi itu dipilih secara mufakat dan harus diikuti dengan adanya pertanggung jawaban.
- Kesatuan perintah (one of command) dan tanggung jawab.
- Prinsip Kepemimpinan. Dalam konteks kontemporal dari prinsip ini yang paling mengemuka ke permukaan adalah prinsip kepemimpinan yang berupa prinsip kolektif-kolegial, yaitu prinsip kebersamaan, mau mendengarkan dan menyelaraskan diri dengan nilai-nilai dari seluruh komponen organisasi, khususnya pada kepengurusan organisasi.
- Tingkat pengawasan, dengan diadakannya sebuah monitoring terhadap kinerja pelaku organisasi atau lebih familiar dengan sebutan oposisi.
Tujuan dari sebuah organisasi sangat mempengaruhi kinerja dari organisasi
itu sendiri maupun untuk mencari massa atau anggota baru dalam pengembangan
sebuah organisasi dan untuk menjaga kaderisasi anggota. Kaderisasi bertujuan
untuk menjaga sebuah organisasi tetap bisa bertahan dan eksis dalam jangka
waktu yang panjang.
Jadi secara
sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai
tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.
Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar
dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Berdasarkan arti
dari organisasi yang telah diungkapkan oleh seorang ahli, peran organisasi
dalam sebuah
Perusahaan sangatlah penting,karena
perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai
tujuan tersebut dibutuhkan aktivitas,kerja sama, dan tentu saja orang yang
melakukan aktivitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini
terdapat dalam sebuah organisasi. Kesimpulannya,suatu perusahaan untuk mencapai
tujuan tertentu mebutuhkan organisasi didalamnya agar bisa tercapai tujuan
tersebut, selain itu organisasi juga dapat menumbuhkan rasa disiplin pada
perusahaan.
B.karakteristik
Pengembangan Organisasi
Karakteristik
organisasi adalah perilaku dan tingkah laku suatu badan/institusi terhadap
kondisi yang ada diluar institusi itu maupun didalam institusi itu sendiri,
artinya dalam dunia bisnisnya selalu fokus kepada pelanggannya yang bukan hanya
dari luar perusahaan itu tapi juga orang-orang di dalam perusahaan yang
merupakan aset perusahaan itu sendiri. (Maksudnya Masih jarang sebuah institusi
itu menganggap karyawannya berpotensi untuk jadi aset dan akhirnya kurang
mendapat perhatian dari perusahan itu sendiri), jadi semua mengarah kepada mutu
yg ditentukan oleh 2 hal seperti yg tertulis sebelumnya.
Karakteristik Organisasi yang efektif adalah :
- Concern terhadap SDM dan memperlakukan SDM sebagai Aset yang berharga
- Program Training dan Pengembangan terbuka seluas-luasnya
- Program kompensasi terlaksana dengan baik
- Tingkat perputaran SDM rendah
- Top manajemen mempunyai komitmen dan mendukung terhadap perkembangan SDM
- Semua Team turut berpartisipasi dalam membuat kebijakan organisasi
Secara umum karakteristik pengembangan organisasi :
Karakteristik Organisasi yang efektif adalah :
- Concern terhadap SDM dan memperlakukan SDM sebagai Aset yang berharga
- Program Training dan Pengembangan terbuka seluas-luasnya
- Program kompensasi terlaksana dengan baik
- Tingkat perputaran SDM rendah
- Top manajemen mempunyai komitmen dan mendukung terhadap perkembangan SDM
- Semua Team turut berpartisipasi dalam membuat kebijakan organisasi
Secara umum karakteristik pengembangan organisasi :
1) Keputusan yang penuh pertimbangan maksudnya
adalah suatu hasil yang diperoleh berdasarkan strategi yang telah direncanakan
dalam rangka mewujudkan perubahan organisasional yang memiliki sasaran jelas
berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh
organisasi.
2) Diterapkan pada semua sub-sistem manusia baik
individu, kelompok, dan organisasi maksudnya adalah menerapkan cara-cara baru
yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan
kerja dalam organisasi.
3) Menerima intervensi baik dari luar maupun dalam
organisasi yang mempunyai kedudukan di luar mekanisme organisasi maksudnya
adalah menerima segala bentuk campur tangan misalnya dalam bentuk pendapat,
baik dari anggota yang termasuk dalam sebuah organisasi atau berbagai pihak
dari luar organisasi.
4) Kolaborasi maksudnya adalah kerjasama antara
berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
5) Teori sebagai alat analisis maksudnya adalah menggunakan pengertian yang disebutkan secara tertulis lalu diterapkan sebagai alat analisis untuk mendapatkan suatu hasil yang memuaskan dari suatu pengembangan organisasi.
5) Teori sebagai alat analisis maksudnya adalah menggunakan pengertian yang disebutkan secara tertulis lalu diterapkan sebagai alat analisis untuk mendapatkan suatu hasil yang memuaskan dari suatu pengembangan organisasi.
C.Organisasi
Masa Depan
Dalam abad duapuluh satu ini setiap organisasi
akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik
persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang
potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua
pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu : 1) Pendekatan
yang berbasis sumberdaya tangible, dan 2) Pendekatan yang berbasis Sumberdaya
manusia (intangible).
Organisasi yang menganggap bahwa persaingan
hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, membina universitas
hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling
bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih
mengarah pada persaingan pengetahuan, tanpa mengabaikan hal fisik, maka
pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat
karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan,
namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan
mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning
organization)
Para Pakar berpendapat bahwa dalam era dewasa
ini pandangan yang berbasis SDM nampaknya lebih penting, mengingat persaingan
yang terjadi justru ditentukan oleh bagaimana sumberdaya manusia tersebut
berperan dan berkreasi bagi kemajuan organisasi, dan dalam konteks ini
pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuannya.
Sumberdaya manusia / Human Capital merupakan sumberdaya strategis, bertambah
secara inkremental bukan alokatif, karena merupakan sumberdaya yang berbasis
pengetahuan (knowledge based resources) yakni sumberdaya yang mencakup
keterampilan, kemampuan, kapasitas serta kapabilitas pembelajaran. Kapasitas
dan kapabilitas tersebut pada gilirannya akan dapat memupuk sumberdaya sosial
yang juga amat diperlukan dalam bentuk jaringan kerja baik internal maupun dengan
pihak eksternal organisasi, ini berarti networking juga menjadi hal yang
penting dalam memenangkan persaingan.
2.Pengertian
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin
kepada pengikutnya
dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah
mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan
praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.
Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan
pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan
bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang
sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir
tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill,
Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa
sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan
untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
A.Tipe Tipe kepemimpinan
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan
karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa
untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar
jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik
dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan
yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan
yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada
pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan
daya tarik yang amat besar.
2.
Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan
paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan
sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia
yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka
bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada
bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah
memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan
atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk
mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu
bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan
tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan
paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat
sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol
disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.
3.
Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan
militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun
sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak
menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan
seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3)
sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran
yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari
bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan
dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4.
Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan
otokratis memiliki ciri-ciri antara
lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus
dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi
untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan
sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang
rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap
segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap
eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan
prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan
bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
5.
Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin
tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya
sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya.
Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri.
Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis,
tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu
melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang
kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara
penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi
yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.
B.Teori Teori Kepemimpinan
1. Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat
a) Teori Sifat
Teori ini
bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan
oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas
dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin
yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan
pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai
atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri
ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76)
adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas,
obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
– sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri
relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif,
kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk
bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang
urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara
efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
Berorientasi
kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan
ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi
pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian,
kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi
pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,
pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada
dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan
berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur
melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap
bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak
dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner,
1978:442-443)
c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas
kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang
dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu
memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud
adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena
tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah
model-model kepemimpinan berikut:
a. Model kontinuum Otokratik-Demokratik
Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.
Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.
b. Model ” Interaksi Atasan-Bawahan”
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan. Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila: * Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik; * Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi; * Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.
Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan. Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila: * Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik; * Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi; * Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.
c. Model Situasional
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah * Memberitahukan;
* Menjual;
* Mengajak bawahan berperan serta;
* Melakukan pendelegasian.
d. Model ” Jalan- Tujuan ”
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.
Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah * Memberitahukan;
* Menjual;
* Mengajak bawahan berperan serta;
* Melakukan pendelegasian.
d. Model ” Jalan- Tujuan ”
Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.
e. Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya. Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.
Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya. Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.
Daftar
Pustaka
http://lukmancoroners.blogspot.com/2010/06/pengertian-pengembangan-organisasi.htmlhttp://www.slideshare.net/brendytha/pengembangan-organisasi
http://anisapratiwi40.blogspot.com/2012/04/23-arti-pengembangan-organisasi.html
Langganan:
Postingan (Atom)
PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Teknologi Skateboard Lexus Hoverboard Melayang Kelompok: Wahyu Banu Aji 1B118057 Toni Prabowo 1B118058 Heni Safi...
-
Pengertian Artificial Intelligence (AI) Menurut Stuart J. Russel dan Peter Norvig, AI atau kecerdasan buatan bisa dipahami sebagai seb...
-
Animasi 1.Pengertian Animasi Menurut Para Ahli Beberapa ahli telah menjelaskan arti animasi, termasuk: Agus Suheri Menurut Agus Su...